Universitas Airlangga Official Website

BBK 7 Purwodadi Berdayakan Ibu-Ibu Melalui Pembuatan SIKAT (Sabun Kertas Anti Kuman) Dukung SDG 6

Kegiatan pembuatan sabun SIKAT (Sabun Kertas Anti Kuman) oleh Mahasiswa BBK 7 Unair Purwodadi bersama ibu-ibu warga Desa Purwodadi (Foto: Dok. Tim)
Kegiatan pembuatan sabun SIKAT (Sabun Kertas Anti Kuman) oleh Mahasiswa BBK 7 Unair Purwodadi bersama ibu-ibu warga Desa Purwodadi (Foto: Dok. Tim)

Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga di Desa Purwodadi, Gresik melaksanakan kegiatan penyuluhan sekaligus praktik pembuatan SIKAT (Sabun Kertas Anti Kuman). Sabun kertas anti kuman merupakan inovasi pembersih tangan berbentuk lembaran tipis yang mengandung agen antibakteri seperti sabun. Produk ini dibuat untuk memudahkan cuci tangan dengan efektif, praktis, dan ramah lingkungan, serta dapat dibawa di mana saja.

Pembuatan sabun kertas dilaksanakan pada Jumat, 16 Januari 2026 pukul 14.00 dan bertempat di Polindes Purwodadi, Sidayu, Gresik. Kegiatan ini diikuti oleh warga Desa Purwodadi khususnya ibu-ibu arisan dari Pedukuhan Telaga, Purwodadi. Kegiatan diawali dengan penyuluhan kepada warga yang hadir dan berpartisipasi tentang apa itu sabun kertas. Selanjutnya, dilakukan praktik secara langsung pembuatan sabun kertas yang meliputi tahap persiapan alat dan bahan, pengolesan sabun pada kertas, dan tahap pengeringan.

Tujuan dilaksanakan pembuatan sabun kertas ini yakni meningkatkan kesadaran sanitasi dan menyediakan alat praktis cuci tangan dengan sabun yang efektif membunuh kuman. Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6, yaitu Clean Water and Sanitation, melalui praktik higiene yang berkelanjutan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan warga. Berbasis target SDG 6, kegiatan ini merupakan wujud nyata dalam mempromosikan akses kebersihan yang mudah dan dapat mengurangi risiko penularan penyakit.

“Kegiatan pembuatan sabun kertas ini sangat menyenangkan dan bermanfaat. Saya ingin membuat sabun kertas ini dengan anak saya dan membawakan sabun kertas untuk keluarga saya karena lebih praktis saat cuci tangan,” ungkap Bu Nanik sebagai salah satu warga yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan sabun kertas ini.