UNAIR NEWS – Kelurahan Kalijudan memiliki jumlah lansia yang cukup tinggi. Faktanya, kondisi tersebut meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Apalagi, hipertensi sering menyerang lansia tanpa gejala awal. Banyak lansia belum memahami faktor risiko hipertensi. Di samping itu, pola makan tinggi garam masih sering ditemukan. Kondisi ini memperbesar risiko komplikasi kesehatan serius. Karenanya, masyarakat membutuhkan edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan mudah dipahami. Sosialisasi kesehatan berperan penting dalam mendorong perubahan perilaku sehat. Upaya preventif perlu hadir langsung di lingkungan masyarakat.
Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan GERMAS CERDIK di Kelurahan Kalijudan. Kegiatan ini menyasar masyarakat RW.02 sebagai sasaran utama. Mulanya, mahasiswa mengamati rendahnya kesadaran masyarakat terhadap hipertensi. Namun, masyarakat menunjukkan ketertarikan untuk belajar menjaga kesehatan. Alhasil, tim merancang sosialisasi CERDIK dengan fokus pencegahan hipertensi. Program ini menekankan perubahan gaya hidup sehat. Program ini juga mendorong kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin. Pendekatan CERDIK membantu masyarakat memahami pencegahan secara sederhana.
Kegiatan berlangsung selama satu hari di Balai RW.02 Kelurahan Kalijudan. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa menyiapkan materi hipertensi dengan bahasa sederhana. Di samping itu, mahasiswa menyusun contoh penerapan CERDIK dalam kehidupan sehari-hari. Materi membahas pola makan sehat dan aktivitas fisik ringan. Memang, pendekatan interaktif meningkatkan pemahaman peserta. Mahasiswa mengajak peserta berdiskusi mengenai kebiasaan harian. Jadi, peserta mampu mengaitkan CERDIK dengan pencegahan hipertensi. Peserta juga aktif menyampaikan pengalaman kesehatan pribadi.
Pelaksanaan GERMAS CERDIK memberikan dampak positif bagi masyarakat. Peserta memahami faktor risiko hipertensi dan langkah pencegahannya. Demikian sehingga, masyarakat mulai menyadari pentingnya menjaga tekanan darah. Peserta menunjukkan minat menerapkan pola hidup sehat. Sedangkan, kader masyarakat berperan meneruskan informasi CERDIK. Kolaborasi ini memperkuat keberlanjutan program kesehatan. Akhirnya, kegiatan ini mendukung SDGs 3 tentang kesehatan masyarakat. Program ini juga mendukung SDGs 4 melalui edukasi kesehatan berkualitas.
Penulis: BBK 7 Kalijudan





