UNAIR NEWS – Upaya membangun lingkungan desa yang bersih sekaligus mendukung perilaku hidup sehat terus digencarkan oleh mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR). Pada Selasa (27/1/2026) pukul 08.00 WIB, tim BBK 7 menyelenggarakan kegiatan Hijaukan Ringintelu di Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Kegiatan ini berfokus pada penyuluhan pentingnya pemilahan sampah, pengenalan jenis-jenis sampah, serta penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk memperkuat budaya bersih dan sehat di tingkat rumah tangga.
Edukasi Pemilahan Sampah
Kegiatan dipandu oleh Lakshiteswari Dyah Cundhamani selaku ketua pelaksana. Ia menekankan bahwa pemilahan sampah perlu dimulai dari rumah karena menjadi kunci agar sampah tidak menumpuk, tidak menimbulkan bau, dan tidak memicu risiko kesehatan.
“Kalau sampah dicampur, semuanya jadi sulit diolah. Padahal dengan pemilahan sederhana, banyak yang bisa ditangani lebih aman dan bermanfaat,” ujarnya.
Dalam sesi penyuluhan, tim BBK 7 mengenalkan jenis sampah rumah tangga: organik (sisa makanan/daun) yang bisa jadi kompos, anorganik (plastik, kaleng, kardus) untuk didaur ulang, B3 (baterai, lampu neon, obat kadaluarsa) yang harus ditangani khusus, serta residu (popok, puntung rokok) yang sulit didaur ulang sehingga perlu dikurangi.
Praktik 3R untuk Lingkungan Lebih Sehat
Materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi penerapan 3R yang dipandu oleh Naifa Khaliya Aryani selaku pelaksana demonstrasi. Pada sesi ini, para peserta diajak mempraktikkan recycle melalui kreasi galon bekas menjadi pot bunga serta memanfaatkan galon untuk ternak lele sederhana, sebagai contoh bahwa sampah anorganik dapat diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai guna.
Sementara itu, Romi Gavra Anugrah memberikan penjelasan singkat terkait konsep Reduce, Reuse, dan Recycle. Reduce ditekankan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilih produk isi ulang, Reuse melalui pemakaian ulang wadah yang masih layak, sedangkan Recycle dilakukan dengan memilah dan mengolah sampah anorganik agar tidak mencemari lingkungan serta tidak menjadi sarang penyakit.
Melalui Hijaukan Ringintelu, tim BBK 7 UNAIR berharap kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengurangi sampah residu dapat dilakukan secara konsisten oleh warga Desa Ringintelu. Kegiatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke 3 mengenai kehidupan sehat dan sejahtera, karena lingkungan yang bersih berkontribusi langsung pada kesehatan keluarga dan kualitas hidup masyarakat.
Penulis: Lakshiteswari Dyah Cundhamani (Anggota BBK 7 UNAIR Desa Ringintelu)





