Universitas Airlangga Official Website

BBK 7 UNAIR Manfaatkan Serai Lokal Jadi Senjata Cegah DBD

UNAIR NEWS – Musim penghujan kerap membawa ancaman meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Berangkat dari keresahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan solusi berbasis potensi lokal melalui pelatihan pembuatan Spray Anti Nyamuk Inovatif (SANI) berbahan dasar serai. Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Dusun Sereh, Desa Bangorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi pada Selasa (13/1/2026).

Program SANI dirancang sebagai upaya preventif DBD yang ramah lingkungan sekaligus mudah diterapkan masyarakat. Pelatihan ini menyasar ibu-ibu Posyandu dan PKK Desa Bangorejo, mengingat peran strategis perempuan dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar. Tak hanya berorientasi kesehatan, kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata dukungan mahasiswa terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Good Health and Well-Being), SDGs 5 (Gender Equality), dan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production).

Penanggung jawab program SANI, Cokorda Istri Trisna Shanti Maharani Pemayun, menjelaskan bahwa pemanfaatan serai dipilih karena ketersediaannya yang melimpah di Bangorejo namun belum diolah secara optimal. “Kami melihat serai sering hanya menjadi tanaman dapur. Padahal, jika diolah dengan tepat, serai punya potensi besar sebagai penangkal nyamuk alami yang aman dan ekonomis,” ujar Trisna.

Pelatihan dikemas dalam bentuk workshop interaktif. Mahasiswa mendemonstrasikan proses pembuatan SANI mulai dari perebusan serai hingga pencampuran ekstrak dengan alkohol 70 persen menggunakan peralatan sederhana seperti panci dan kompor. Suasana pelatihan berlangsung hangat dengan antusiasme peserta yang tinggi, terutama saat sesi diskusi dan pembagian hasil produk SANI.

Salah satu kader Posyandu, Ibu Fitri, mengaku terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Ternyata cara membuatnya mudah dan bahannya ada di rumah. Wanginya segar dan tidak menyengat seperti obat nyamuk kimia, jadi aman untuk anak-anak,” tuturnya. Hal serupa disampaikan Ketua PKK Desa Bangorejo, Ibu Istiqomah, yang mengapresiasi inovasi mahasiswa karena memberikan solusi pencegahan DBD yang praktis dan berkelanjutan.

Melalui program SANI, mahasiswa KKN-BBK berharap masyarakat Desa Bangorejo mampu memproduksi spray anti nyamuk secara mandiri sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan lingkungan. Sinergi ini menegaskan komitmen Universitas Airlangga sebagai Kampus Berdampak yang hadir dan bertumbuh bersama masyarakat.

Penulis: Tim BBK 7