Universitas Airlangga Official Website

BBK 7 UNAIR Mewujudkan Pembelajaran Menyenangkan melalui Program ‘Zona Cerdas Ceria’ di MI Miftahul Huda Nogosari

Dokumentasi bersama siswa kelas dua dan tiga MI Miftahul Huda Nogosari dengan mahasiswa BBK 7 UNAIR (Foto: Dok. Tim)
Dokumentasi bersama siswa kelas dua dan tiga MI Miftahul Huda Nogosari dengan mahasiswa BBK 7 UNAIR (Foto: Dok. Tim)

UNAIR NEWS – Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga ke-7 bagan Nogosari, Kec. Pacet, Kab. Mojokerto menggelar program kerja berbentuk edukatif “Zona Cerdas Ceria!” yang dilaksanakan di MI Miftahul Huda Nogosari pada Kamis dini hari (15/1/2026). Program ini diketuai oleh Ardista Bhaskara Putra dengan menargetkan siswa kelas dua dan kelas tiga.

Kegiatan ini dilaksanakan di dalam masjid sekolah tersebut dengan partisipasi siswa dua kelas sebanyak 18 peserta didik. Para mahasiswa menggunakan model pembelajaran alternatif jenjang Sekolah Dasar yang menyenangkan mengingat sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah masih sangat terbatas. Papan tulis kapur masih sangat umum di jumpai serta kondisi kelas yang sangat sederhana.

Harapannya para peserta didik dapat merasakan metode pembelajaran alternatif yang dapat meningkatkan antusias belajar mereka ketimbang metode pembelajaran konvensional. Sarana yang digunakan mahasiswa sebenarnya masih tergolong umum di jumpai di sekolah-sekolah dasar perkotaan. Namun, bagi sekolah-sekolah pelosok yang masih belum terjamah teknologi terbaru adalah suatu hal yang jarang.

Pemanfaatan Media Digital Interaktif untuk Meningkatkan Antusiasme Belajar

Para mahasiswa BBK-7 Nogosari menggunakan aplikasi Kahoot! sebagai media pembelajaran serta proyektor dan alat pendukung lainnya sebagai sarana. Mahasiswa memfokuskan mata pelajaran matematika dasar, bahasa Inggris dasar, serta ilmu sosial umum jenjang sekolah dasar. Bentuk soalnya berupa pilihan ganda yang dipaparkan menggunakan proyektor dalam satu kelas bersama.

Pelaksana kegiatan menerapkan ‘games’ sederhana berhadiah bagi siapa yang dapat menjawab dengan benar maupun tidak serta yang masih belum bisa menjawab soal guna meningkatkan rasa percaya diri setiap individu peserta didik. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kebersamaan dan kesetaraan sebab setiap individu memiliki kapasitas yang sama.

Kondisi peserta didik sangat antusias serta dapat mengikuti pembelajaran dari awal hingga akhir tanpa hambatan. Peserta didik menjadi lebih bersemangat untuk menjawab soal karena penggunaan aplikasi belajar yang seru serta suasana kelas yang ringan. Para mahasiswa juga membantu mendampingi peserta didik untuk penyelesaian soal dengan cermat dan santai. Pada sesi terakhir, semua peserta didik mendapatkan hadiah sebagai bentuk kebersamaan sehingga tidak ada satupun merasa gagal.

Program kerja ini selaras dengan poin 4 Sustainable Development Goals (SDGs) yang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui edukasi alternatif yang menyenangkan, meskipun ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan menyelesaikan soal, para mahasiswa melakukan pendekatan persuasif dengan mendampingi peserta didik sehingga bukan menjadi persoalan yang berarti.

“Kedepannya, semoga program kerja ini dapat menginspirasi para pendidik serta peserta didik untuk menggunakan media belajar kreatif sebagai metode pembelajaran alternatif yang menyenangkan, serta harapannya semoga kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan dapat merata di semua daerah untuk mendukung model pembelajaran ini,” ungkap ketua pelaksana kegiatan.

Penulis: M. Rival Alfiansyah