UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 7 Universitas Airlangga melaksanakan program UMKM Melek Digital di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Jumat (23/1/2026) pukul 08.00–10.15 WIB. Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam mendorong penguatan ekonomi desa berbasis digital, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Program ini menyasar kalangan muda hingga ibu-ibu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sukorejo yang mayoritas bergerak di sektor usaha makanan rumahan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa BBK 7 Unair memberikan sosialisasi mengenai digitalisasi usaha melalui pemanfaatan e-commerce dan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). QRIS diperkenalkan sebagai solusi transaksi digital yang praktis karena dapat menerima berbagai metode pembayaran hanya dengan satu kode.
Pada sesi e-commerce, mahasiswa memberikan pendampingan langsung berupa pembuatan akun Shopee bagi pelaku UMKM yang belum memiliki toko daring. Pendampingan meliputi pembuatan akun, pengenalan fitur dasar, pengaturan etalase toko, hingga pengunggahan produk. Dengan hadirnya toko di platform Shopee, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan volume penjualan secara berkelanjutan.
Selain itu, mahasiswa BBK 7 Unair juga membantu proses pembuatan QRIS bagi pelaku UMKM yang tertarik menggunakan sistem pembayaran non-tunai. Pendampingan dilakukan mulai dari penjelasan manfaat QRIS, pengisian data pendaftaran, hingga simulasi penggunaan QRIS dalam transaksi. Dengan adanya QRIS, pelaku UMKM dapat melayani pembayaran digital dari berbagai aplikasi dompet elektronik dan mobile banking secara lebih mudah dan aman.
Salah satu pelaku UMKM Desa Sukorejo, Bu Yuli, menyampaikan bahwa program ini sangat membantu dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. “Program ini sangat membantu jualan saya, karena sekarang banyak pembeli, terutama anak-anak Gen Z, yang menanyakan apakah bisa bayar pakai QRIS. Selain itu, saya juga dibantu pembuatan QRIS dan akun Shopee, jadi usaha saya bisa mulai go digital,” ujar Bu Yuli.
Mahasiswa BBK 7 Unair berharap melalui pengenalan e-commerce dan sistem pembayaran QRIS, literasi digital masyarakat desa dapat meningkat. Digitalisasi UMKM dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.





