UNAIR NEWS – Dalam upaya menunaikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Airlangga (UNAIR) kembali terjunkan mahasiswanya dalam kegiatan pengabdian masyarakat Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK). Pada pelaksanaan KKN-BBK ke-6 kali ini, Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu lokasi penerjunan mahasiswa.
Sebanyak 371 mahasiswa resmi dilepas ke masyarakat dan komunitas di Banyuwangi pada Selasa (8/7/2025) di kantor pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Sejumlah mahasiswa tersebut akan tersebar di 37 desa dalam 15 Kecamatan di Banyuwangi.
Turut Hadir untuk memberi sambutan, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR Prof Dr Soetojo dr SpU dan Kepala Bappeda Banyuwangi, Dr Suyanto Waspo Tondo Wicaksono M Si

Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat
Prof Soetojo berpesan agar mahasiswa BBK ke-6 kali ini dapat mengimplementasikan ilmunya untuk membantu masyarakat. Dekan FIKKIA tersebut mengungkapkan selain bidang garap ekonomi, lingkungan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, ada tambahan satu bidang yaitu bidang literasi. KKN Literasi merupakan kerjasama Perpusnas (Perpustakaan Pusat Nasional) dan UNAIR.
“Tentunya program tambahan literasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat kepada pentingnya membaca. Selain ekonomi, kesehatan, dan lingkungan, harapan kami program ini bisa menjadi jendela dunia dan menjadi dasar untuk mempelajari ilmu lain.” Ungkap Prof Toyo.
Harmonisasi dengan Pemkab Banyuwangi
Dalam sambutanya, Kepala BAPPEDA Banyuwangi, Dr Suyanto Waspo Tondo Wicaksono M Si menyampaikan pentingnya peran mahasiswa untuk membantu mengatasi isu-isu yang ada di masyarakat. Yayan, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Pemerintah Banyuwangi dan KKN UNAIR sejauh ini selalu bersinergi dalam berbagai bidang.
“Ada beberapa hal yang selaras dengan tema KKN UNAIR, yaitu isu pendidikan dan isu lingkungan. Kami mengharapkan mahasiswa menyampaikan apa saja temuan yang ada di masyarakat terkait isu atau tema KKN ini. Kami juga berharap adanya masukan dari UNAIR terkait termuan-temuan tersebut.” tuturnya.

Yayan juga mengungkapkan, Pemerintah siap membantu dalam setiap kegiatan mahasiswa selama menjalankan KKN BBK di Banyuwangi. Ia berpesan kepada mahasiswa untuk beradaptasi dengan baik dengan lingkungan.
“Segera menyesuaikan di lapangan, tentunya akan berbeda antara teori di kelas dan di lapangan. Segera menyatu di masyarakat dan selamat berproses dalam pengabdian masyarakat.” Tuturnya.
Optimalisasi Potensi Daerah
Pada KKN-BBK ke-6 Banyuwangi ini, salah satu kecamatan yang menjadi lokasi penerjunan adalah kecamatan Purwoharjo. Kecamatan paling ujung timur kedua di Pulau Jawa ini memiliki tiga sektor geografis, yaitu hutan, agraris, dan maritim. Ahmad Subhan M Si selaku Camat Purwoharjo menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa UNAIR mampu meningkatkan potensi Kecamatan Purwoharjo.

Ahmad Subhan mengharapkan adanya inovasi baru yang mahasiswa hadirkan di Kecamatan Purwoharjo. “Kami berharap, mahasiswa yang menjalankan KKN mampu memberi inovasi dari potensi yang ada disini, khususnya dalam bidang pertanian yang mejadi salah satu concern kami. Besar harapan kami, ilmu yang mahasiswa terapkan disini mampu memberi ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat. Tentu, semoga adik-adik akan kerasan selama berada disini.” Pungkas Ahmad Subhan.
Penulis: Ragil Kukuh Imanto





