Universitas Airlangga Official Website

BBK UNAIR Edukasi Eco Enzyme Dukung SDG 13

SURABAYA – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Manyar Sabrangan 6
Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar program kerja bertajuk “Eco Smart” sebagai
upaya strategis penanganan limbah domestik. Kegiatan yang berlangsung di wilayah RW 12
pada Jumat (23/1/2026) ini melibatkan 25 Kader Surabaya Hebat (KSH) dan berfokus pada
pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi produk bernilai guna.
Program ini dilatarbelakangi oleh urgensi pengelolaan sampah organik yang sering kali
berakhir di tempat pembuangan akhir tanpa pengolahan, sehingga memicu emisi gas rumah
kaca. Sebagai solusi, mahasiswa memperkenalkan konsep eco enzyme, sebuah cairan
serbaguna hasil fermentasi limbah organik yang ramah lingkungan. Langkah ini diambil
sebagai wujud nyata dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDG) poin 6
mengenai Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan dampak lingkungan akibat sampah, dilanjutkan dengan
demonstrasi pembuatan eco enzyme. Mahasiswa memandu peserta mencampurkan sisa kulit
buah, gula merah, dan air dengan perbandingan tertentu. Peserta diajak memahami teknik
penyimpanan yang tepat agar proses fermentasi berjalan sempurna selama tiga bulan.
Respons positif datang dari para peserta. Ibu Is, salah satu Kader Surabaya Hebat, mengaku
kegiatan ini memberikan wawasan baru yang solutif bagi permasalahan sampah di rumahnya.
“Pertama kali mendengar tentang eco enzyme, sehingga baru tahu lewat proker sosialisasi ini.
Saya tertarik membuat eco enzyme karena jadi tidak perlu naik turun tangga untuk mengurus
sampah organik khususnya,” ujar Ibu Is antusias.
Namun, penerapan di lapangan tentu memiliki tantangan tersendiri. Dalam sesi diskusi
interaktif, warga berkesempatan menyampaikan kendala yang mereka hadapi. Bu Ester, salah
satu warga, mengapresiasi program ini meskipun ia menghadapi kendala hama di lingkungan
rumahnya.
“Sebenarnya tertarik tapi terkendala ada tikus. Sebelumnya hanya pernah ada sosialisasi
pengolahan sampah kayak kompos dan lain sebagainya. Prokernya bagus dan membantu, tapi
ya tidak sempat dan terhalang ada tikus tadi. Lanjutkan prokernya!” ungkap Bu Ester
memberikan motivasi.
Menanggapi hal tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa eco enzyme yang tertutup rapat
justru lebih aman dari hama dibandingkan kompos konvensional. Selain mengurangi limbah,
cairan ini memiliki segudang manfaat, mulai dari pembersih lantai alami, pupuk cair
tanaman, hingga penjernih air sungai dalam skala besar. Dari sisi ekonomi, produk ini
berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan (UMKM) yang dapat menambah
pendapatan keluarga.
Kegiatan ditutup dengan pembagian produk contoh eco enzyme dan suvenir sebagai bentuk
apresiasi. Melalui sinergi antara mahasiswa dan masyarakat ini, diharapkan warga Manyar
Sabrangan dapat mandiri dalam mengelola sampah, menciptakan lingkungan yang lebih asri,
dan berkontribusi pada keberlanjutan bumi.

Berita ini mendukung SDG 13: Climate Action.

SDG13 #ClimateAction #SDGsUNAIR

Penulis : Dyah Ajeng Kencana Putri