UNAIR NEWS – Tim mahasiswa UNAIR dari Kelompok KKN-BBK 4 Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, memperkenalkan salah satu proker unggulan yang berfokus pada pengolahan limbah sampah organik, yaitu Limbah Rumah Kreatif.
Di Desa Nogosari, tidak terdapat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun truk pengangkut sampah, sehingga warga desa terpaksa membuang sampah mereka di hutan sekitar. Desa yang terletak di tengah hutan ini kini menghadapi masalah pencemaran lingkungan. Sampah organik yang menumpuk di dekat jalan utama, menyebabkan kondisi kotor dan bau menyengat.
Menanggapi situasi ini, kelompok KKN-BBK 4 Nogosari merancang sebuah program pengelolaan sampah yang bernama Limbah Rumah Kreatif. Program ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.
Kelompok KKN-BBK 4 Nogosari terdiri dari Shafna Adinda Rahmadhani (FIB), Dewi Murthasiyah (FISIP), Kuba Atake (FKP), Vallen Muhammad Azhim Fakhri (FTMM), Naila Azzahirotul Maghfiroh (FV), Ananda Nabila Fidanti (FTMM), Zikra (FTMM), Azra Nafizah Yahya (FEB), Enrico Otto Noemansyah (FIB). Mereka didampingi oleh DPL Rizqy Aiddha Yuniawati S A Ak M Acc.
Limbah Rumah Kreatif
Dalam program ini, kelompok KKN Nogosari mendemonstrasikan cara pembuatan tiga produk inovatif untuk mengelola sampah organik. Meliputi pembuatan kompos, permen, selai dari bekas kulit buah, serta asbak dari ampas kopi.
Ketiga produk ini tidak hanya bernilai bagi lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Proses pembuatan yang sederhana dengan bahan baku mudah masyarakat dapatkan, sehingga memungkinkan warga untuk membuat produk serupa secara mandiri.
“Kompas hanya memerlukan daun kering, tanah, dan galon yang dilubangi. Sedangkan permen dan selai dari kulit buah cukup bekas kulit buah, air, dan gula sebagai pemanis. Kemudian, asbak dari ampas kopi memanfaatkan ampas kopi yang sudah kering, lem PVA, baby oil, dan maizena,” papar Dewi Murthasiyah selaku PIC program.
Re-branding UMKM
Selain berfokus pada pengelolaan sampah, kelompok KKN-BBK 4 Nogosari juga menjalankan program kewirausahaan bertajuk Road to Successful Business. Pada pelaksanaannya, mereka membantu warga desa dalam rebranding usaha lokal.
Program ini mendapat sambutan yang antusias dari warga. Mereka menunjukkan minat besar dalam meningkatkan daya saing produk mereka di pasar. Proses re-branding yang meliputi perancangan logo baru, pengembangan kemasan yang lebih menarik, serta pelatihan pemasaran digital berhasil meningkatkan nilai jual produk lokal.
Penulis: Diana Febrian Dika
Editor: Edwin Fatahuddin





