UNAIR NEWS – Belajar tidak hanya selalu di dalam kelas, ekonomi koperasi hadir dalam seminar koperasi mengenalkan para pelaku lapangan dan berbagai aktivitasnya. Kegiatan ini diprakarsai Koperasi Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (KOPMEP) berkolaborasi dengan mata kuliah Ekonomi Koperasi yang bertajuk “Eksistensi Dan Prospek Koperasi Dalam Perekonomian Indonesia” pada Rabu (18/10). Hadir sebagai pembicara, Achmad Rizadi, SE., M.A, Bidang Kelembagaan dan Pengawas Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur dan H. Masian Adi Djaja, SE., MM., QIA, Pengurus Koperasi Swadharma.
“Semoga dalam kegiatan ini, adik-adik mahasiswa mampu mengetahui praktik koperasi selama ini, serta kontribusinya pada perekonomian Jawa Timur,” tutur Rossanto Dwi Handoyo, S.E., M.Si., Ph.D selaku Sekretaris Departemen Ilmu Ekonomi dalam sambutannya.
Achmad menuturkan bahwa koperasi memang belum terlalu ‘beken’ dikalangan generasi milenial saat ini. Namun, dibalik hal itu koperasi terus berkembang pesat bahkan merambah ke berbagai sektor, misalnya Rumah Sakit dan Supermarket.
“Berdasarkan data, jenis koperasi konsumsi merupakan jenis terbanyak. Untuk koperasi mahasiswa terdapat 353 koperasi, namun hanya 22 koperasi yang baru memiliki sertifikat atau Nomor Induk Koperasi. Sehingga himbauannya agar segera mengurus Nomor Induk Koperasi,” jelasnya.
Disamping itu, Achmad menunjukkan bahwa koperasi memiliki kontribusi besar pada PDB, yakni sebesar 3.99 % yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini tak diragukan karena sebagian koperasi telah memiliki aset lebih dari 1 Milyar.
Tak hanya itu, pembicara kedua Masian menjelaskan bahwa hakikat jati diri koperasi adalah milik anggota sehingga kontribusinya pada anggota menjadi poin utama. Ketika anggota membutuhkan bantuan, maka sudah kewajiban untuk membantu.
Terlepas dari ikhwal tersebut, Dinas Koperasi sendiri memiliki berbagai upaya untuk terus menggenjot koperasi dan kewirausahaan, mulai dari Layanan konsultasi produk mulai Senin hingga Jumat, hingga bantuan dana bagi usaha yang berjalan 6 bulan.
“Setiap tahunnya terdapat 2500 usaha yang sudah berjalan 6 bulan mendapatkan dana bantuan 14 juta guna pengembangan produk dan usaha hanya dengan mengirimkan proposal,” paparnya.
Penulis : Siti Nur Umami
Editor : Nuri Hermawan





