Universitas Airlangga Official Website

Belajar Seni Sambil Bermain, BBK 7 Kebalandono Dukung SDG 4 melalui Sahabat Belajar

Mahasiswa BBK 7 UNAIR menyampaikan materi seni rupa dan seni rupa tekstil (Foto: Dok. Tim)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga melaksanakan program kerja Sahabat Belajar sebagai upaya pendampingan pembelajaran yang inovatif bagi siswa Sekolah Dasar di Desa Kebalandono, Babat, Lamongan. Program ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan guna meningkatkan minat serta pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

Kegiatan Sahabat Belajar dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026,  di SDN Kebalandono. Partisipan kegiatan ini terdiri dari kelas 4, 5, dan 6 yang berjumlah 39 siswa. Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga berperan sebagai fasilitator pembelajaran serta berkolaborasi dengan guru pengampu.

Sebelum belajar, siswa SDN Kebalandono diajak untuk senam pagi bersama guna meningkatkan kesiapan dalam menerima materi. Masuk ke inti acara,  mahasiswa BBK menyampaikan materi tentang seni rupa dan seni rupa tekstil. Materi tersebut diberikan kepada siswa untuk memperkenalkan kembali budaya Indonesia yang terepresentasi oleh seni rupa tekstil. Selain belajar, siswa juga diberi pertanyaan interaktif yang dibantu media visualyang atraktif.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif lompat kardus. Dalam permainan ini, siswa diberi pertanyaan yang disusun berdasarkan materi yang telah diberikan sebelumnya dan diharuskan menjawab pertanyaan tersebut agar dapat melompat dan memenangkan permainan. Metode ini digunakan untuk membantu siswa mengingat kembali materi dengan cara yang menyenangkan, sekaligus melatih konsentrasi dan keberanian mereka.

Ketua BBK 7 Kebalandono, Riska, menyampaikan bahwa program Sahabat Belajar dirancang untuk mendorong keaktifan siswa dalam proses belajar. “Sahabat Belajar berorientasi untuk menciptakan atmosfer belajar yang interaktif dan partisipatif. Siswa tidak hanya duduk dan mendengarkan materi, tetapi juga dapat mereview kembali materi melalui permainan edukatif. Diharapkan, inovasi belajar semacam ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di SDN Kebalandono dan meningkatkan minat belajar siswa,” ujarnya.

Pihak sekolah merespons dengan baik program dari mahasiswa BBK 7 UNAIR dan mendukung secara penuh, baik dari sumber daya manusia dan fasilitas belajar yang dibutuhkan. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan, khususnya bagi siswa yang berpartisipasi dan siswa SDN Kebalandono secara keseluruhan. Program kerja ini diharapkan juga dapat diterapkan secara berkelanjutan sesuai dengan SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas.