UNAIR NEWS – BEM Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga (UNAIR) bagikan tips membangun karir melalui Career Development. Acara tersebut terselenggara pada Sabtu (13/9/2025) secara daring melalui Zoom Meeting.
Kali ini, Career Development menghadirkan Direktur PT Widyaksa Daria Medika, apt Hanif Rifqi Prasetyawan SFarm M Farm sebagai pembicara. Bertema Beyond the Classroom: Build Your Professional Identity Early, Hanif menjelaskan pentingnya mempersiapkan diri di dunia kerja.
Pentingnya Membangun Karir
Berkaca dari data statistik, di tahun 2045 Indonesia akan mencapai bonus demografi. Di mana angka usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. “Artinya, usia 18 – 50 tahun di tahun 2030 – 2045 diprediksi akan melonjak drastis. Apa akibatnya? Persaingan terkait lapangan pekerjaan, persaingan terkait quality of life itu juga akan sangat tinggi. Oleh karena itu, bagaimana kita mempersiapkan hal tersebut supaya hidup kita layak di kemudian har,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa revolusi industri menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persaingan dunia kerja. Bagaimana tidak? Saat ini pada tahap revolusi industri 4.0 perkembangan teknologi semakin pesat dan mengubah banyak hal. Maka untuk menjawab tantangan ini, perlu kemampuan analisis yang tinggi.
Namun, Hanif menjelaskan bahwa saat ini banyak lulusan yang kurang mampu dalam problem solving dan critical of thinking.
Perbaiki CV sebagai Proses Awal
Lebih lanjut, Hanif menerangkan bahwa hal utama yang penting dalam proses rekrutmen adalah curriculum vitae (CV). Banyak metode dalam pembuatan CV, namun saat ini industri banyak menggunakan applicant tracking system (ATS). ATS merupakan perangkat lunak yang memudahkan perusahaan dalam menyaring kandidat.
“Ada dua hal yang penting terkait CV. Yang pertama, kita harus tahu kata kuncinya itu apa. Yang kedua adalah kualifikasinya,” tambahnya. Jika kedua hal tersebut tidak terpenuhi, maka besar kemungkinan tertolak secara otomatis oleh sistem.
Ada lima langkah dalam membuat CV ATS. Pertama, gunakan bentuk sederhana. Kedua, gunakan font yang umum. Ketiga, gunakan kata kunci yang tepat. Keempat, jangan menggunakan singkatan, dan yang terakhir, sertakan kontak.
Tips Kembangkan Karir
Pada akhir, Hanif mengungkapkan bahwa ada beberapa hal penting dalam pengembangan karir. Salah satunya adalah memperbaiki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Ia menepis argumen umum yang mengatakan bahwa IPK tidak penting. “IPK merupakan bentuk tanggung jawab kalian sebagai mahasiswa, karena tujuan utama mahasiswa hanya satu, belajar. Jangan sampai kegiatan lain mengganggu proses belajar,” jelasnya.
Aspek selanjutnya adalah daya juang, tentang bagaimana ketahanan diri seseorang untuk tidak menyerah meskipun gagal. Hanif menyoroti generasi saat ini sering berekspektasi bahwa bekerja itu mudah. Padahal, menurutnya, setiap pekerjaan ada kesulitannya. “Kebanyakan dari recruiter atau user itu melihat orang dari daya juangnya. Ketika diberi suatu masalah, tantangan, bagaimana cara orang ini menyelesaikannya,” pungkasnya.
Penulis: Uswatun Khasanah
Editor: Yulia Rohmawati





