n

Universitas Airlangga Official Website

BEM FEB UNAIR Ajarkan Warga Desa Efektif Atur Keuangan

UNAIR NEWS – Kali ini di Bina Abdi Desa 2018, program kerja tahunan yang diadakan oleh Departemen Pengabdian Masyarakat, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga(BEM FEB 2018.red), para warga Dusun Kedung Dendeng, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur diajak untuk mengatur keuangan keluarga lebih baik lagi, pada Minggu (19/8).

Mengurus keuangan rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Dengan pendapatan tiap hari yang tidak pasti jumlahnya, bertani dari pagi hingga sore, serta menemani keluarga di rumah, menyebabkan sebagian besar warga desa ini menghabiskan pendapatan mereka dalam hari yang sama mereka mendapatnya, sehingga besok harus mencari nafkah untuk melalui pola yang sama. Namun, bukan berarti itu menjadi alas an untuk tidak bias mengatur keuangan rumah tangga.

“Mengatur keuangan rumah tangga memang tidak mudah tetapi merupakan salah satu hal yang pasti dialami semua orang. Meskipun target dari penyuluhan ini adalah para bapak dan ibu, namun tidak menutup kemungkinan penyuluhan ini berguna juga untuk generasi muda di desa ini,” ujar Ariefky selaku Koordinator Bidang Ekonomi.

Penyuluhan diadakan pada pukul 8 malam di salah satu rumah warga dan dihadiri oleh 35 orang. Materi diberikan oleh anggota Bidang Ekonomi sendiri dan berisi tentang 7 tips untuk mengatur keuangan rumah tanga lebih baik, yaitu Pertama, pengeluaran harus lebih kecil daripada pendapatan. Menghindari hutang, Membuat kesepakatan antara suami dan istri, Hidup dermawan, Mengatur budget, Membuat tabungan dan yang terakhir, membayar tagihan secepat mungkin.

Seperti tips-tips diatas, ada salah satu warga yang hidup dengan membagi pendapatannya. Beliau adalah Pak Harto, petani lokal yang tinggal di RT 1. Beliau sudah berusaha untuk membagi pendapatannya untuk kebutuhan pribadi, kebutuhan keluarga, dan kebutuhan istri.

“Biasanya saya kerjanya tidak setiap hari karena saya sehari kerja dapat penghasilan, saya bagi untuk diri sendiri, keluarga dan istri. Porsi yang saya sendiri, saya simpan untuk 3 hari kedepan, jadi sehari setelah kerja saya bisa jalan-jalan. Namun kalau saya pergi jalan-jalan tidak menghasilkan uang ataupun yang bermanfaat, maka saya tidak jalan. Itu prinsip saya,” tegasnya.

Dengan diadakannya penyuluhan ini diharapkan dapat membantu para warga desa ini untuk dapat mengatur keuangannya agar dapat digunakan dengan lebih efisien. Dari tips tersebut mampu memberikan pelatihan sederhana untuk warga desa setempat untuk menegelolah keuangan dari penghasilan yang seadanya. (*)

Penulis : Rolista Dwi Oktavia

Editor: Binti Q. Masruroh