UNAIR NEWS – Sebagai wujud nyata dari komitmen terhadap pengabdian masyarakat, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis unai (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan kegiatan sosial Ruang Abdi Vol. 2 pada Minggu (29/6/2025) di Taman Prestasi, Surabaya. Pada pelaksanaan kali ini, Ruang Abdi Vol. 2 bekerja sama dengan Yayasan Nurani Mandiri dan mengusung fokus kegiatan pada aspek pendidikan emosional bagi anak usia dini.
Kegiatan yang bertajuk EKSPRESI: Edukasi Emosi dan Perasaan bersama Ruang Abdi ini menyasar anak-anak kelas satu hingga tiga di tingkat Sekolah Dasar (SD). Ketua Pelaksana Ruang Abdi Vol. 2, Muh Sultan Hakim Setiyawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kurangnya ruang yang memfasilitasi pengembangan emotional literacy atau literasi emosi pada anak-anak.
“Tujuan utamanya adalah memperkenalkan konsep bahwa semua emosi itu wajar, tetapi tetap harus dipahami dan dikendalikan secara sehat agar tidak berdampak negatif pada diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.

Pengenalan Emosi kepada Anak
Ruang Abdi Vol. 2 ini berisikan kegiatan edukatif interaktif, berawal dari pengenalan jenis-jenis emosi, seperti senang, marah, takut, dan sedih, serta cara mengolahnya. Sultan menyampaikan bahwa pengenalan emosi pada anak-anak ini menggunakan metode drama boneka singkat agar lebih mudah dalam proses memahami.Â
Lebih lanjut, Sultan bersama tim volunteer Ruang Abdi Vol. 2 menjelaskan detail emosi tersebut dalam agenda Safari Emosi, di mana anak-anak berkeliling Taman Prestasi untuk mengunjungi pos tematik. “Empat pos utama membahas satu per satu emosi (senang, sedih, marah, takut). Lalu, dua pos tambahan berisi aktivitas menulis tentang emosi yang paling sering mereka rasakan dan penyebab utama dari emosi tersebut,” jelasnya.
Sultan mengaku bahwa seluruh rangkaian sesi dalam Ruang Abdi Vol. 2 ini mengundang antusiasme tinggi dari anak-anak. “Mereka aktif dalam sesi stiker dan berebut ingin menjawab saat diberikan situasi. Banyak juga yang menyampaikan cerita pribadinya di pos menulis, menunjukkan mereka merasa aman untuk berbagi,” ungkapnya.
Harapan Keberlanjutan
Pada akhir, Sultan berharap kegiatan Ruang Abdi ini dapat terus menjadi forum edukatif dan transformatif, bukan hanya insidental. “Harapan utamanya adalah menciptakan dampak jangka panjang, baik untuk masyarakat sasaran maupun bagi mahasiswa pelaksananya,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa program ini dapat menjadi pemicu munculnya inisiatif serupa. “Ruang Abdi diharapkan jadi salah satu tonggak awal yang memicu budaya pengasuhan dan pendidikan emosional yang lebih baik dalam komunitas rentan,” pungkasnya.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Ragil Kukuh Imanto





