UNAIR NEWS – Minimnya pengetahuan akan proses seleksi seringkali menjadi penghalang dalam meraih beasiswa di perguruan tinggi. Menanggapi isu tersebut, Adkesma BEM FIB UNAIR mengadakan seminar beasiswa yang berlangsung pada Jumat (7/11/2025) di Ruang Parlinah, Perpustakaan Kampus Dharmawangsa – B Universitas Airlangga.
Seminar tersebut menghadirkan dua pembicara berprestasi, yakni Ilma Arrafi Nafi’a S.Hum dan Hima Abida. Keduanya merupakan penerima beberapa beasiswa dengan segudang prestasinya.
Langkah Jitu Tembus Beasiswa
Ilma menjelaskan bahwa sebelum mendaftar beasiswa, kita harus mengenali terlebih dahulu kebutuhan akan beasiswa tersebut. Beasiswa umumnya dibagi menjadi dua, beasiswa pemerintah dan swasta.
“Output beasiswa pemerintah biasanya untuk mencetak SDM yang unggul dan manfaatnya akan kembali kepada negara. Kalau beasiswa swasta lebih beragam, outputnya untuk membantu memberdayakan masyarakat, kepemimpinan, dan bidang lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ilma menegaskan beberapa hal memang perlu dipersiapkan secara matang untuk mendaftar sebuah beasiswa. Ia menekankan bahwa surat rekomendasi dapat menambah nilai untuk lolos seleksi administrasi.
“Kalian bisa mencari orang yang menurut kalian keren, kalau bisa setingkat dosen gitu ya, dan mintalah rekomendasi. Kalau tidak bisa minta kepada wali dosen masing-masing, nanti pasti akan dibuatkan karena beliau tentunya mendukung kalian,” imbuhnya.
Dari Beasiswa hingga Magang di Paragon
Sejalan dengan Ilma, Mahasiswa Bahasa dan sastra Indonesia semester 7, Hima Abida menegaskan manfaat mendapatkan beasiswa bukan hanya sekedar uang saja. Ia mengungkapkan bahwa kesempatan magangnya juga hadir karena beasiswa.
“Kita akan mendapatkan kepastian finansial, akses kegiatan dari beasiswanya, hingga menjalin relasi dengan orang-orang penting. Selain itu, aku berkesempatan magang di Paragon juga karena beasiswa. Perekrut tidak perlu menyeleksi ulang karena aku sudah lolos di beasiswa yang seleksinya ketat. Jadi, beasiswa ini bisa sangat berguna.” ungkapnya.
Ilma berpesan kepada mahasiswa untuk tetap berhati-hati saat mendaftar beasiswa. Ada banyak beasiswa toxic yang memeras penerimanya hanya dengan embel-embel mendapat beasiswa.
“Pertama, kalian harus curiga pada beasiswa yang membayar di awal. Kedua, kalian harus benar-benar lihat surat perjanjiannya sebelum akhirnya tanda tangan. Sekarang banyak beasiswa yang kesannya malah memanfaatkan penerimanya sebagai pekerja tambahan. Jadi tetap waspada dan teliti lebih lanjut sebelum benar-benar mendaftar,” pesannya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Khefti Al Mawalia





