UNAIR NEWS – Geopark Ijen merupakan kawasan wisata unggulan Banyuwangi dengan nilai dan budaya luhur yang mendalam. Geopark Ijen tak hanya terletak dalam kawasan sekitar gunung ijen saja, namun juga tersebar di kawasan Banyuwangi. Secara khusus Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi juga turut menjadikan Ijen sebagai laboratorium alam. Oleh karena itu, BEM FIKKIA UNAIR menginisiasi kegiatan ‘Sinergi FIKKIA Bersama Geopark Ijen’ yang berlangsung pada Sabtu (28/9/2024).
Jembatan Sinergi Akademisi dan Stakeholder
Ketua pelaksana, Uni Eska mengatakan acara Sinergi FIKKIA dengan Geopark Ijen merupakan program kerja yang mewadahi mahasiswa dalam menjalin kolaborasi. Kegiatan ini juga menjadi bagian edukasi bagi peserta tentang Geopark dan sejarah budaya lokal kawasan sekitar.
Harapannya kegiatan ini dapat mendukung pengembangan mahasiswa sebagai potensi unggulan lokal bertaraf global. “Melalui sinergi itu, pengetahuan mahasiswa tentang Geopark Ijen dapat meningkat yang merupakan aset lokal dengan pengakuan internasional, UNESCO Global Geopark,” katanya.
FIKKIA UNAIR Banyuwangi selalu berkomitmen untuk memberikan akses pemerataan pendidikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, mahasiswa FIKKIA harus dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya dengan keterlibatan dalam kegiatan di Banyuwangi dan menjalin hubungan baik dengan pihak eksternal.
“Rancangan kegiatan mengajak mahasiswa aktif berdiskusi dengan stakeholder. Menjadi awal terciptanya kolaborasi kegiatan mendatang dan memperdalam keterlibatan dengan Geopark Ijen,” ungkap mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat FIKKIA itu.

Seminar dan Kunjungan
Pada kegiatan ini terdapat juga pemaparan profil Geopark yang bergerak dalam bidang pariwisata berkelanjutan. Selain itu, berlangsung juga seminar edukasi bersama Andika Nor Ikhsan di Ruang Sidang Kampus FIKKIA Sobo. “Yang Kedua kunjungan lapangan ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan yang memiliki spot rumah adat osing, sumur sritanjung, dan beberapa ornamen lama bersejarah,” tuturnya.
Sinergitas ini mendorong keterlibatan mahasiswa melestarikan dan mempromosikan warisan budaya lokal. Termasuk memfasilitasi interaksi akademisi dengan stakeholder lokal membuka peluang pengembangan diri dan berkontribusi mengembangkan daerah.
Penggabungan pengetahuan akademik dengan pemahaman potensi lokal ini harapannya dapat mempersiapkan mahasiswa sebagai SDM yang bersaing. “Harapannya setelah kegiatan ini akan ada kolaborasi-kolaborasi selanjutnya yang terjalin antara ormawa atau komikat yang ada di FIKKIA dengan Geopark Ijen,” tutupnya.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Edwin Fatahuddin





