Universitas Airlangga Official Website

BEM FST UNAIR Ciptakan Guru Terbaik Lewat Co-Learn Campus Outreach

UNAIR NEWS – Sebagai bentuk mengenalkan industri edukasi teknologi, Co-Learn bersama BEM FST UNAIR mengadakan kegiatan Co-Learn Campus Outreach. Kegiatan yang bertajuk Kickstart Your Purposeful Career in EdTech itu berlangsung di Fakultas Sains dan Teknologi Kampus MERR-C pada Sabtu (6/5/2023).

Billy Kurniawan sebagai Head of Teachers Co-Learn menjelaskan bahwa Co-Learn merupakan perusahaan bidang pendidikan. Co-Learn memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran yang ada di sekolah. Untuk itu, Co-Learn memiliki dua produk utama.

“Produk utama kita ada dua, yang pertama adalah live class. Di sinilah yang membutuhkan banyak guru. Terus yang kedua adalah fitur tanya. Singkatnya, kamu punya pertanyaan, lalu kamu foto, nanti keluar jawabannya,” jelas Billy dalam kegiatan Campus Outreach itu.

Latar belakang pendirian Co-Learn berawal ketika pendidikan Indonesia pada saat itu masih berada di peringkat 10 dari bawah berdasarkan Programme for International Student Assessment (PISA). Selain itu, survei membuktikan bahwa 88 persen matematika menjadi bidang yang paling berguna. Di sisi lain, 78 persen matematika menjadi bidang yang paling susah untuk dipelajari.

Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Untuk itu, Billy mengatakan bahwa Co-Learn hadir untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Salah satu faktor yang harus dibenahi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia adalah guru. “Guru adalah sesuatu yang bisa kita kontrol,” singkatnya.

Billy mengatakan bahwa sasaran capaian Co-Learn adalah membangun tim guru terbaik di Indonesia. Untuk itu, Co-Learn memiliki beberapa cara agar murid dapat menyimak dan mendengarkan gurunya dengan nyaman.

Pertama adalah menjadi sosok ‘kakak’ yang bisa akrab dengan murid (peduli dan asik). Kedua adalah memahami situasi murid dan membawakan aktivitas asik di tengah kepenatan dalam perjalanan. Ketiga adalah peduli dalam pencapaian hasil belajar siswa.

Suasana belajar mengajar yang ideal di kelas adalah menciptakan kenyamanan. Ketika murid sudah nyaman, murid akan menyimak materi dengan baik. Setelah guru telah mendapatkan perhatian dari murid, barulah materi dapat disampaikan.

“Sebelum kita menciptakan bahan pengajaran yang bagus, tetapi kalau dari muridnya sendiri gak menyimak, gak aktif, gak bisa. Apalagi anak-anak sekolah Indonesia, fokus intention-nya agak rendah, mudah terdistraksi,” jelas Billy.

Fokus Co-Learn

Eva Edina sebagai Guru Juara & Instructional Designer Lead menjelaskan dua fokus utama Co-Learn, yaitu engagement dan scaffolding & reasoning. Engagement berkaitan pada cara Co-Learn dapat menarik perhatian murid. Adapun scaffolding & reasoning berkaitan pada kemampuan dalam menambah pemahaman secara mendasar dan mengurangi level abstraksi pengajaran materi.

“Pemahaman dan penguasaan materi adalah tujuan utama dan terutama dari pembelajaran,” singkat Eva.

Akademi Guru Juara

Selain itu, Co-Learn juga memiliki program pengembangan dan pelatihan guru, yaitu Akademi Guru Juara. Ladinda Tasya sebagai Talent Acquisition Lead mengatakan bahwa program ini ditujukan bagi seseorang yang ingin menjadi guru terbaik di Co-Learn. 

Sebelum menjadi guru juara, calon guru juara harus menjadi mentor terlebih dahulu selama dua semester. Selama satu tahun, dia akan terjun di live class sebagai mentor bersama guru juara lainnya. Selain itu, calon guru juara akan mendapatkan program pengembangan, seperti teknik pengajaran, penggunaan teknologi terkini, kemampuan komunikasi, dan lain-lain. (*)

Penulis: Muhammad Fachrizal Hamdani

Editor: Binti Q. Masruroh