UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Konsolidasi II Eco-Suara Airlangga. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (29/10/2023) di Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus MERR-C. Konsolidasi tersebut membahas tentang “Optimalisasi Upaya Pengurangan Emisi Karbon dan Penghematan Sumber Daya di Lingkungan Kampus”.
Eco-Suara Airlangga adalah inisiatif Kementerian Lingkungan Hidup BEM UNAIR yang berperan sebagai perisai advokasi dan penyuluh edukatif bagi mahasiswa, pemerintah, serta seluruh lapisan masyarakat. Konsolidasi II tersebut membedah policy brief dengan fokus isu Green Campus. Isu tersebut merupakan konsep yang memprioritaskan praktik-praktik ramah lingkungan dan keberlanjutan bagi perguruan tinggi.
Andrean Marcellino selaku PIC Eco-Suara Airlangga mengungkapkan bahwa hasil konsolidasi tersebut akan diajukan kepada pihak pemangku kebijakan yaitu Rektorat UNAIR sebagai usulan kebijakan yang konkret. Dalam proses penyusunan policy brief, mahasiswa yang hadir dalam kegiatan merujuk pada hasil Kajian IV, yang melibatkan peran langsung pemangku kebijakan seperti Kepala Direktorat LKKL UNAIR.
“Hasil pembahasan dengan Kepala Direktorat LKKL UNAIR, Bapak Karnaji menjadi sumber inspirasi utama dalam penyusunan policy brief yang akan kami ajukan ini. Beliau memberikan banyak sekali insight kepada kami,” ucap Andrean.

Suara Mahasiswa
Dua permasalahan lingkungan UNAIR menjadi fokus utama dalam konsolidasi tersebut. Pertama, isu emisi karbon akibat kegiatan di kampus, terutama peningkatan jumlah kendaraan yang digunakan oleh mahasiswa. Kedua, isu pengelolaan limbah di kampus. Kedua permasalahan serius tersebut perlu penanganan khusus yang harus segera ditangani.
Perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas di UNAIR turut hadir dalam konsolidasi tersebut. Mereka menyuarakan permasalahan yang terjadi di fakultas masing-masing. Hasil dari diskusi akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan di masing-masing fakultas, yang kemudian menjadi bahan dalam pengajuan policy brief.
“Policy brief yang diajukan kepada Rektorat UNAIR bukan hanya menuntut perubahan dalam kebijakan kampus menjadi lebih ramah lingkungan, tetapi juga memberikan solusi konkret yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Mahasiswa berkomitmen untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam mengimplementasikan kebijakan yang mendukung green campus di UNAIR,” tutur Andrean.
Kegiatan tersebut sebagai bukti langkah keberanian mahasiswa UNAIR untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, dan memberikan kontribusi positif dalam mengatasi isu-isu lingkungan kampus.
“Harapannya, melalui kegiatan ini, para pemangku kebijakan dapat mempertimbangkan policy brief serta tuntutan yang kami ajukan terhadap kebijakan green campus di Universitas Airlangga,” tutup Andrean mengakhiri sesi wawancara.
Penulis: Maissy Ar Maghfiroh
Editor: Feri Fenoria





