UNAIR NEWS – Kolaborasi dengan Future Entrepreneur Summit (FESt) Management, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan yang bertajuk “Mewujudkan UMKM Kreatif di Masa Depan dengan Digitalisasi”. Terbuka untuk umum, kegiatan ini terlaksana pada Sabtu (20/5/2023) secara luring di Gedung Graha BIK-IPTEKDOK Kampus Dharmahusada-A.
Presiden Mahasiswa BEM Fakultas Vokasi (FV), Abi Rafdi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa saat menjadi seorang wirausaha akan menemui banyak risiko. “Maknanya, untuk menjadi wirausaha butuh risiko yang besar. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata bagi teman-teman pemuda di Surabaya untuk mencetak wirausaha muda yang unggul dan pelopor terutama di bidang ekonomi,” ucapnya.
Future Entrepreneur Summit
Kegiatan ini terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada Sabtu (20/5/2023) pukul 08.00-12.00 WIB dan dilanjutkan dengan sesi kedua pada pukul 13.00- 16.00 WIB. Tercatat ada 1800 peserta, kegiatan ini turut menghadirkan berbagai narasumber yakni Delta Hesti, Arizal Tom Liwafa ST MM, dr Irmadita, Anindita Prabowo, Helmi Kahaf dan dr Dwi Wijayanto.
Materi pertama diawali oleh Anindita Prabowo, seorang founder online shop Pineappleshopy. Dalam pemaparannya, ia mengaku memiliki usaha di bidang fashion wanita sejak tahun 2015.
“Saat itu saya masih semester 4, modal awal saya dulu cuman Rp.200.000. Uang itu saya kumpulkan dari uang saku, lalu saya mulai usahanya,” ucapnya.
Adapun yang harus pebisnis muda lakukan di tengah-tengah kesibukan kuliah menurut Anindita adalah harus pandai memanage waktu. “Lebih ke manajemen waktu sih, kita harus tahu porsi untuk belajar dalam seminggu berapa. Dulu hari Sabtu dan Minggu saya pakai untuk upload foto usaha saya di instagram dan merapikan feeds-nya agar terlihat menarik, ” tambahnya.
Sebagai pemateri selanjutnya, dr Irmadita turut menceritakan pengalaman awalnya terjun ke dunia bisnis. Berbeda dengan pemateri sebelumnya, dr Irmadita memulai bisnis di AIOLA Grup sejak tahun 2008. Saat itu ia sedang mengambil sekolah spesialis.
“Simpelnya, karena sekolah kedokteran itu lama. Saya berpikir, kapan saya bisa membahagiakan orang tua jika mereka masih membiayai sekolah saya. Akhirnya saya membangun networking selain teman-teman dokter, dan menjadi lecture di AIOLA grup,” ungkapnya.
Selain manajemen waktu, menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah menentukan prioritas
“Kita harus tahu apa prioritas dan berbisnis niatnya untuk apa. Harus disusun mana yang utama, dan mana yang ingin urutan selanjutnya, sehingga seimbang. Makna Seimbang itu sendiri tidak selalu harus dibagi rata,” pungkasnya.
Penulis: Tia Restutika
Editor: Nuri Hermawan





