UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) menerima kunjungan studi tiru (benchmarking) dari Universitas Sriwijaya (UNSRI) terkait pengelolaan sistem informasi teknologi terintegrasi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (7/4/2026) di Ruang Sidang Pleno Balai RUA, Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur Keuangan UNAIR Prof Dr Hamidah SE MSi Ak dan Direktur Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Digital (DSITD) Rachman Sinatriya Marjianto BEng MSc beserta jajaran staf terkait. Prof Hamidah menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking menjadi ruang untuk saling bertukar pengetahuan antarinstansi. Menurutnya, setiap institusi memiliki praktik baik yang bisa menjadi pembelajaran bersama untuk meningkatkan kualitas tata kelola.
Penguatan Sistem Informasi Terintegrasi
“Melalui benchmarking ini, tentu ada hal-hal yang bisa kita ambil satu sama lain. Kami juga melibatkan tim dari Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Digital untuk berbagi pengalaman terkait pengembangan sistem di UNAIR,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa UNAIR saat ini telah mengimplementasikan artificial intelligence dalam berbagai proses automasi. Pengembangan tersebut bertujuan mengintegrasikan sistem antarunit, lembaga, maupun direktorat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penguatan Pusat Data dan Kecerdasan Digital (PUSAKA) sebagai pusat integrasi data dan pengembangan teknologi digital di lingkungan UNAIR.

Selain soal penggunaan teknologi, Prof Hamidah juga memaparkan praktik pengelolaan perencanaan keuangan dan perpajakan yang terintegrasi. Seluruh pendapatan dikelola satu pintu dengan dukungan sistem dari DSITD. Sistem tersebut memungkinkan proses pengelolaan data menjadi lebih efisien, akurat, dan terkoordinasi.
Peluang Kolaborasi
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, Pengadaan, dan Logistik UNSRI, Prof Dr Bernadette Robiani MSc menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru bagi pengembangan sistem di Universitas Sriwijaya. Ia menekankan pentingnya transformasi dari sistem manual menuju sistem digital yang terintegrasi di lingkungan perguruan tinggi. “Harapannya, melalui kegiatan ini kami dapat memperoleh berbagai informasi yang nantinya bisa kami olah dan implementasikan di universitas kami,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, kedua institusi dapat saling memperkuat pemahaman dalam pengelolaan sistem informasi terintegrasi. Selain itu, benchmarking ini juga menjadi langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan tata kelola sistem informasi di lingkungan perguruan tinggi.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Yulia Rohmawati





