Universitas Airlangga Official Website

Berani Baik: Membangun Lingkungan Sekolah Aman Tanpa Bullying

Bullying kerap terjadi tanpa disadari di sekolah dasar, mulai dari ejekan sederhana hingga
tindakan yang mengganggu rasa aman anak. Merespons hal tersebut, kegiatan sosialisasi
“Berani Baik: Membangun Lingkungan Sekolah Aman Tanpa Bullying” dilaksanakan
sebagai upaya menanamkan empati dan keberanian berbuat baik sejak dini. Kegiatan ini
melibatkan siswa, guru, serta fasilitator sebagai pendamping edukasi, yang dilaksanakan pada
Rabu, 21 Januari 2026 dan Jumat, 23 Januari 2026 di SD Mojodadi dan MI Miftahul Huda.
Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, sosialisasi ini menjadi langkah nyata untuk
menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh siswa.
Sosialisasi anti-bullying dengan tema “Berani baik” dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas
Airlangga sebagai bagian program Belajar Bersama Komunitas (BBK) yang mendukung
implementasi kampus berdampak. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs poin ke-4 tentang
Pendidikan Berkualitas demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah
anak. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian
bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di sekolah dasar, serta dampaknya bagi
kesehatan mental. Selanjutnya, siswa diajak mengikuti kegiatan interaktif berupa diskusi
kelompok, permainan edukatif, dan penggunaan media visual seperti penempelan sticky notes
untuk mengekspresikan perasaan serta memahami pentingnya empati. Kegiatan ini juga

menanamkan keberanian siswa untuk mencegah dan melaporkan tindakan tersebut,
sebagaimana diungkapkan Puja, salah satu siswa peserta sosialisasi MI, “Kegiatannya seru
dan jadi tidak takut di-bully lagi.” Pernyataan tersebut menunjukkan peningkatan kesadaran
siswa menjaga perilaku di sekolah.

Sebelum kegiatan sosialisasi ini dilakukan, isu bullying di sekolah dasar masih kerap
dianggap candaan sehingga belum mendapatkan perhatian khusus. Melalui sosialisasi “Berani
Baik”, siswa diberi pemahaman mengenali bentuk-bentuk bullying serta dampaknya terhadap
kenyamanan belajar dan kesehatan mental.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa, tetapi juga menjadi
langkah awal bagi sekolah dan guru dalam menanamkan nilai empati dan mengintegrasikan
edukasi anti bullying secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman,
inklusif, dan ramah anak.