Universitas Airlangga Official Website

Berbagi Ilmu Lewat Aksi Sederhana BBK 7 di Posyandu Sutorejo

Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga bersama Kader Surabaya Hebat (KSH) mengabadikan momen kebersamaan di Balai RW 04, Kelurahan Dukuh Sutorejo III, Surabaya, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga bersama Kader Surabaya Hebat (KSH) mengabadikan momen kebersamaan di Balai RW 04, Kelurahan Dukuh Sutorejo III, Surabaya, pada Jumat, 9 Januari 2026. (Foto: Dok.Pribadi)

UNAIR NEWS – Semangat Kampus Berdampak ditunjukkan kembali oleh mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) melalui program Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7. Bertempat di Balai RW 04, Kelurahan Dukuh Sutorejo III, Kelompok  BBK 7 hadir membantu pelaksanaan Posyandu dengan pendekatan yang sederhana namun bermakna, selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas (Quality Education).

Penerapan nilai pendidikan dalam kegiatan ini tidak dilakukan melalui seminar formal yang kaku, melainkan terintegrasi dalam interaksi sehari-hari bersama warga. Kelompok BBK  menyadari bahwa transfer pengetahuan bisa terjadi lewat obrolan ringan saat memberikan pelayanan.

Saat membantu kader menimbang balita dan mengukur tinggi badan, mahasiswa menyisipkan edukasi santai kepada para ibu. Sambil mencatat angka di timbangan, kelompok BBK juga mengajak para orang tua mengobrol tentang pentingnya memantau kenaikan berat badan anak secara rutin. Edukasi sederhana ini bertujuan agar orang tua lebih aware terhadap tumbuh kembang buah hatinya tanpa merasa digurui.

Di meja administrasi, kelompok BBK membantu para kader merapikan pencatatan data. Momen ini dimanfaatkan untuk sharing pengalaman mengenai kerapian data, di mana Mahasiswa dan kader saling belajar satu sama lain. Bagi para lansia yang datang, Kelompok BBK juga hadir menjadi pendengar yang baik sembari memberikan semangat untuk terus menjaga kesehatan di usia senja.

Koordinator KSH RW 04 Dukuh Sutorejo III, Bunda Rumi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memang dirancang agar masyarakat bisa membaur dan berbagi hal-hal praktis. “Kami tidak ingin memberikan materi yang muluk-muluk. Edukasinya kami lakukan learning by doing. Sambil bantu tulis buku KMS (kartu Menuju Sehat), kami ngobrol sama ibunya. Sambil bantu lansia duduk, kami beri motivasi sehat. Jadi suasananya cair, ilmunya dapat, bantuannya juga nyata,” ulasnya pada Jum’at (9/1/2026).

Melalui pendekatan yang humanis dan santai ini, kehadiran mahasiswa BBK di RW 04 diharapkan dapat memberikan kesan positif. Pendidikan kesehatan tidak harus selalu rumit; terkadang, kepedulian kecil dan komunikasi yang baik justru menjadi pelajaran paling berharga bagi masyarakat.

Penulis: Andhika Dharmawan

Editor: Ali Zainal Abidin