UNAIR NEWS – Fatimah tidak menyangka akan meraih predikat wisudawan terbaik S-2 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga, dalam wisuda September 2017. Ia lulus dengan meraih IPK 3.79.
Proposal tesisnya yang diragukan penguji, jadi kendala tersendiri baginya. Walau menghadapi keraguan besar untuk lanjut, bersama dosen pembimbing ia dikuatkan untuk membuktikan bahwa proposalnya layak untuk maju sidang. Bahkan menjelang sidang tesis, ia sudah “diuji” jiwanya karena ayahnya meninggal dunia. Ia sempat tak bergairah dalam ekspektasi apapun.
”Ayah meninggal dunia saat saya menunggu jadwal ujian keluar. Saya pun menjalani ujian sidang tesis tanpa gairah, bahkan cenderung pasrah dalam menjawab pertanyaan penguji. Saat itu saya benar-benar memaksa diri untuk tetap fokus pada ujian, tanpa memikirkan yang lain, meskipun sejatinya ada banyak hal yang menunggu dan memaksa untuk dipikirkan,” ujar penulis tesis berjudul “Pemaknaan pada Komunitas Solidaritas Peduli Jilbab terhadap Film Indonesia bertema Religi Islam Travelling”.
Hingga selesai sidang dan merampungkan studi magister, Fatimah selalu ingat pesan sang ayah agar memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. “Ayah selalu berpesan, perbanyak ibadah dan doa kepada Sang Khalik, agar apapun yang kita kerjakan dan inginkan dimudahkan oleh-Nya,” ucap perempuan kelahiran 1 Agustus 1992 itu.
Disamping kegiatan perkuliahan, penerima beasiswa LPDP ini aktif dalam berorganisasi. Tahun 2016 ia sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Magister Kajian Sastra dan Budaya. Alumnus S-1 Universitas Brawijaya ini beberapa kali juga mengikuti dan memublikasikan artikel di proseeding nasional dan internasional.
”Menjadi wisudawan terbaik berkat LPDP dan mampu menyelesaikan amanah, tentu ini sebagai kado tersendiri buat ayah,” kata Fatimah.
Ia mengaku, kesehatan mental atau psikis sangat diperlukan bagi mahasiswa yang menempuh studi magister. Sebab kondisi psikis yang bagus mampu menjadi stimulus dalam menyelesaikan studi. “bagi mahasiswa magister, kesehatan psikis itu penting untuk membantu menghadapi apapun problem yang tak terduga yang terjadi selama menempuh studi,” pesannya. (*)
Penulis: Binti Q. Masruroh
Editor: Nuri Hermawan.





