UNAIR NEWS – Keberhasilan akademik bukan hanya soal mendapatkan nilai yang sempurna, melainkan kemampuan memaknai perjalanan dalam menemukan jati diri yang sesungguhnya. Itulah hal yang dirasakan oleh Anggita, wisudawan program studi S1 Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Airlangga (UNAIR). Wisudawan penerima beasiswa KIP-Kuliah itu berhasil lulus dengan predikat cumlaude dengan IPK 3,93 dalam kurun masa studi tujuh semester. Tak tanggung-tanggung, atas prestasinya itu, ia mendapatkan beasiswa magister dari rektor UNAIR.
“Saya melanjutkan perjalanan ini bukan hanya dukungan dari KIP-K saja. Namun juga berkat dukungan dosen-dosen di sekitar saya dan juga Universitas Airlangga,” ucapnya dalam momen Wisuda Periode 261 UNAIR, Minggu (12/4/2026).
Meskipun Anggita pernah mengalami keraguan di tengah masa studinya, ia terus mencoba untuk keluar dari zona nyaman dan mendedikasikan diri pada dunia riset. Atas ketekunannya, Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin memberikan apresiasi khusus berupa kesempatan menjadi asisten dosen pada program studi Ilmu Sejarah, serta beasiswa untuk melanjutkan program magister (S2) di Fakultas Ilmu Budaya (FIB).
Melawan Stagnasi Pada Masa Studi
Perjalanan akademik Anggita tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami stagnasi dan memiliki keraguan terkait relevansi disiplin ilmu yang ia tekuni. Berusaha tidak menyerah, ia mencoba untuk menggali potensi diri melalui program riset dan studi di luar kota yang sangat didukung penuh oleh departemen dan fakultas.
Langkah tersebut menjadi titik balik baginya. Ia sadar bahwa dalam mengembangkan potensi, mahasiswa tidak bisa hanya diam saja. Melainkan harus terus mencoba dan berani mengambil risiko. Keberaniannya mengeksplorasi realitas di luar ruang kelas inilah yang akhirnya mengembalikan ambisinya untuk menuntaskan studi dengan hasil maksimal.
Rencana Masa Depan
Sembari menyiapkan langkah yang lebih besar, Anggita memilih untuk rehat sejenak dan mempersiapkan diri. “Saya ingin rehat sejenak, sembari mulai menyusun rancangan riset yang lebih mendalam. Agar bisa menciptakan kontribusi dalam dunia akademik dan membawa manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
“Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan ini. Bagi mereka yang masih ragu atau belum menemukan arah, percayalah proses ini akan menemukan jalannya masing-masing,” tutup Anggita.
Penulis: Nur Ibad Khasani
Editor: Yulia Rohmawati





