Universitas Airlangga Official Website

Berikan Solusi Komprehensif, Mahasiswa FEB Juarai Astra Motor Business Case

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menjuarai Astra Motor Business Case Competition (AMBCC) dengan menjadi 1st Winner Regional Champion Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Melalui Tim Jagoan Ibu, dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menjuarai Astra Motor Business Case Competition (AMBCC) dengan menjadi 1st Winner Regional Champion Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pengumuman final kompetisi yang diadakan Astra Motor tersebut berlangsung pada Kamis (23/10/2025) di Astra Motor Center Yogyakarta.

Kemenangan pada wilayah regional Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut akan berlanjut ke babak nasional. Beranggotakan tiga orang, Tim Jagoan Ibu terdiri dari dua mahasiswa FEB, yakni Ahmad Insan Kamil dan Kamala Silmi Ash-Shihah.

Case yang diberikan penyelenggara adalah bagaimana membuat Astra Motor relevan dengan generasi muda dan bagaimana cara generasi muda. Khususnya Gen Z agar dapat terlibat dan menghubungkan diri dengan Astra Motor. Tim Jagoan Ibu menjawab secara komprehensif melalui beberapa aspek. Mereka mengevaluasi bagian-bagian yang sudah ada pada perusahaan agar lebih sesuai dengan generasi muda.

Kamala mengatakan bahwa timnya mengevaluasi beberapa hal. “Kita lihat dari beberapa aspek, seperti aplikasi dan back end-nya AHASS. Kalau dari aplikasi, kita melihat bahwa aplikasinya itu masih agak jadul (zaman dulu, red). Jadi kalau misalnya kita sebagai Gen Z pun kalau lihat aplikasi itu kaya nggak menarik, itu kan bikin malas kan bukanya,” ujarnya.

Mereka memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai inovasi pada aplikasi yang telah ada agar memiliki tampilan UI/UX yang lebih sesuai dan menarik. Selain itu, tim juga memberikan ide pada AHASS yang merupakan jaringan bengkel resmi Honda agar mengevaluasi pelayanan yang memberikan kenyamanan pada konsumen. Ide-ide tersebut dikuatkan melalui sisi pemasaran. Hal tersebut ditujukan agar publik mengetahui bahwa Astra motor telah melakukan perbaikan.

Kemudian, Tim Jagoan Ibu merasa bahwa tidak selalu mudah dalam perjalanannya, khususnya pengalaman kompetisi yang berbeda antar anggota. “Aku harus menyesuaikan style jenis lomba yang diadakan sama perusahaan. Karena ini juga first time sih aku mengerjakan lomba yang diadakan sama perusahaan. Lalu, dari cara kerja kami itu sebenarnya beda, ada sesuatu yang perlu distrukturkan lagi,” ujar Kamala.

Sedangkan Insan mengungkapkan bahwa terdapat tantangan pada bagaimana cara mengintegrasikan tiga pemikiran yang berbeda menjadi suatu ide. Ia menyebut bahwa pemikiran yang berbeda membawa tantangan tersendiri untuk menghasilkan satu tujuan yang sama.

“Aku lihat beberapa orang ngerasa mereka sudah takut duluan buat lomba. Mereka mencoba untuk jago sebelum mereka mulai, padahal itu bisa kayak sambil jalan. Jadi nggak harus bisa dulu tapi baru mencoba. Karena kita nggak tau indikator ‘bisa’ itu kapan. Jadi intinya jangan mental block kaya takut duluan sebelum mencoba,” tutur Insan.

Penulis: Uswatun Khasanah

Editor: Yulia Rohmawati