
Menristekdikti Resmikan Rumah Sakit Hewan Pendidikan UNAIR
UNAIR NEWS – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak., meresmikan Rumah Sakit Hewan Pendidikan

UNAIR NEWS – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak., meresmikan Rumah Sakit Hewan Pendidikan

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FKP) Universitas Airlangga berhasil menemukan antimikroba hasil memanfaatkan rumput laut Gracilaria sp yang diekstrak dengan etanol. Antimikroba ini mampu menghambat pertumbuhan bakteri dalam proses pengawetan hasil perikanan.

Bertempat di gedung Lembaga Penyakit Tropis (LPT), Kampus C UNAIR, Menristekdikti disambut langsung oleh Rektor UNAIR Prof. Nasih bersama jajaran pimpinan lainnya. Selain itu, turut hadir Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell (P3SP) dr. Purwati, Sp.PD., K-PTI., FINASIM.

Mahasiswa Teknik Biomedis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga berhasil membuat inovasi berupa implan tulang sintetis. Hasil inovasi ini dapat mempercepat pertumbuhan sel untuk kasus kerusakan tulang. Karya inovasi ini berhasil meraih pendanaan Kemenristekdikti program PKM 2018.

Mahasiswa prodi Teknik Biomedis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga melakukan inovasi membuat alat bantu gerak jari berbasis sinyal otot. Namanya ”Hand-Potential”, ini merupakan terobosan untuk pasien yang jari-jarinya lumpuh pasca Sindrom Guillain-Barre.

Muhammad Ghufron mendapat predikat wisudawan terbaik jenjang S1 di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga periode Juli 2018. Wisudawan yang akrab disapa Ghufron itu bertekad, usai menyelesaikan studi ingin mengembangkan usaha dalam bentuk budidaya lahan tambak.

Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si., selaku koordinator pada kegiatan tersebut mengatakan kegiatan itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum., dan Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, ST, M.Si. Selain itu, turut hadir pula enam pembicara yang berasal dari Malaysia, Nigeria, Tanzania, Rwanda, dan Indonesia.

UNAIR NEWS – Peningkatan komsumsi susu secara nasional belum dapat dipenuhi oleh produksi susu di dalam negeri. Artinya permintaan belum bisa dipenuhi oleh produksi. Ini merupakan salah satu pekerjaan rumah bagi pemerintah dan juga industri peternakan.
Hal ini antara lain akibat dari keadaan usaha peternakan sapi perah di negeri ini yang belum memenuhi kriteria standar peternakan, selain persoalan musim yang mulai tidak menentu, khususnya musim kemarau dimana iklim Indonesia tegolong tropis dengan kisaran suhu 18 hingga 38 oC.
Suhu sekian itu mengakibatkan sapi-sapi perah yang ada di Indonesia menglami cekaman panas. Misalnya yang harus diterima oleh sapi perah jenis Fries Holstein, sehingga pada dasarnya bisa menyebabkan heat stress dan dapat menurunkan produktivitas susu sapi perah.
Berdasarkan permasalahan itulah, Zulfan Adzhar, Abi Farhan Ramadhan, dan Iollanstallza Simangunsong, ketiganya mahasiswa Fakultas Kedokteran hewan (FKH) Universitas Airlangga berhasil membuat terobosan teknologi dengan sistem aerial fogging berbasis animal welfare yang dapat mendukung produktivitas susu di Indonesia.
Dibawah bimbingan Hana Eliyani, M.Kes., Drh., staf pengajar FKH UNAIR, laporan keberhasilan mahasiswa tersebut yang berjudul ”Aerial Fogging System Berbasis Animal Welfare Pada Peternakan Sapi Perah Dalam Mendukung Produktivitas Susu di Indonesia”, diterima oleh Kemenristekdikti dan memperoleh dana pengembangan dalam program PKM tahun 2018. Kreativitas karya ketiga mahasiswa FKH UNAIR tersebut masuk dalam bidang PKM Karsa Cipta (PKM-KC).
Dijelaskan oleh Zulfan Adzhar selaku ketua tim PKM-KC ini, bahwa prinsip kerja alat menggunakan sistem aerial fogging ini adalah dengan memanfaatkan kabut yang terkumpul dalam jerigen yang telah berisi alkohol 98% sebanyak 1 liter. Alkohol ini sebagai tambahan bahan pendingin untuk meminimalisir kerusakan ozon dengan penggunaan prinsip penguapan.
Evaporasi memanfaatkan aerial fogging ini sebagai alat evaporator melalui pengaturan pada Control Aerial System dengan durasi waktu tertentu. Pengaktifan fogger dapat disesuaikan dengan timer maupun secara manual dengan pemutaran knop/katup atau dengan pengaturan computer control system yang telah terpasang sensor suhu ruangan dan membandingkannya dengan suhu stress sapi perah.
”Ketika sensor suhu yang mendeteksi suhu ruang melebihi standar suhu stress sapi perah, maka microcontroller akan aktif dan water pump akan bekerja mengalirkan mixing air tampungan dan alkohol 95% menuju aerial spraying,” kata Zulfan.
”Jadi mixing air dan alkohol itu yang nantinya akan disemprotkan ke area kandang sapi hingga suhu kandang sesuai dengan standar suhu sapi stress yang telah sebelumnya sudah di-setting (diatur), sehingga diharapkan tingkat stress sapi akan menurun dan berdampak pada peningkatan produksi susunya,” imbuh Zulfan Adzhar memungkasi keterangannya. (*)

Jeda 10 tahun kuliah tak menghalangi Hikma Rafiah Nadjib untuk terus semangat menyelesaikan studi dengan maksimal. Wisudawan yang akrab disapa Hikma itu lulus dengan predikan wisudawan terbaik, dengan perolehan IPK sebesar 3.96.

Usai melangsungkan studi S3 berakhir hingga mendapat predikat sebagai wisudawan terbaik, Wanti ingin lebih produktif kembali menjadi dosen. Jika sebelumnya hanya fokus pada pembelajaran di kampus, wisudawan terbaik S3 FKM dengan IPK 3.92 itu ingin lebih produktif dalam melakukan penelitian, publikasi, juga pengmas.

Manusia memiliki identitas masing-masing. Dalam kegiatan PKM Kemenristekdikti tahun 2018, mahasiswa Universitas Airlangga berhasil merancang sebuah purwarupa alat yang bisa menganalisis siklus berjalan manusia (Gait Analysis) untuk menunjang kesehatan masyarakat.

Tiga mahasiswa Universitas Airlangga dalam inovatif penelitiannya berhasil menemukan pengaruh semanggi air yang dapat mengurangi ammonia pada budidaya sistem akuaponik, sehingga dapat meningkatan hasil produksi perikanan di Indonesia.