UNAIR NEWS – Upaya memulihkan kondisi psikologis anak-anak terdampak banjir bandang dan tanah longsor Pulau Sumatra terus dilakukan para relawan di wilayah pengungsian. Pada Rabu (17/12/2025), kegiatan trauma healing oleh relawan Universitas Airlangga (UNAIR). Berkolaborasi dengan IDI Surabaya, mereka melakukan layanan kesehatan tersebut di Masjid Al Muhidin, Desa Bukit Rata, Aceh Tamiang.
Program tersebut hadir sebagai bentuk dukungan psikologis untuk anak-anak yang rentan mengalami trauma akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Lebih dari 35 anak dari usia batita hingga remaja mengikuti kegiatan yang berlangsung meriah.
Dalam kegiatan tersebut, relawan menghadirkan sesi dongeng berjudul “Kancil dan Gajah”. Dongen tersebut dibawakan oleh dr Aniq Roisatul Khikmah, relawan dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Dongeng semakin menarik dengan penggunaan properti balon bergambar gajah dan kelinci yang dibuat dari handscoon.
Antusiasme Anak
Lettu Laut (K) dr Wahyudi Eko Prasetyo, salah satu relawan dari UNAIR yang juga terjun dalam misi kemanusiaan tersebut menuturkan kehadiran trauma healing tersebut mendapatkan antusiasme tinggi dari anak-anak. “Setelah sesi dongeng, anak-anak diajak menyanyi bersama. Mereka pun tampak antusias ketika dibagikan balon tepuk serta balon tiup bergambar lucu, hasil kreasi tim relawan dari Klinik Abah,” katanya.
Lebih lanjut, dr Wahyudi mengatakan bahwa suasana ceria dan tawa anak-anak terdengar sepanjang kegiatan. Hal tersebut menjadi bukti tingginya antusiasme sekaligus mencerminkan keberhasilan kegiatan dalam menciptakan ruang gembira di tengah situasi bencana.
“Inisiatif ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendampingi pemulihan psikologis anak-anak terdampak banjir. Sekaligus memperkuat solidaritas dan kepedulian antarsesama di masa darurat,” pungkasnya.
Penulis: Yulia Rohmawati





