Universitas Airlangga Official Website

Bioaktif Bioglass: Solusi Masa Depan untuk Perawatan Endodontik

Ilustrasi gigi (Sumber: sehatq)

Penyakit pulpa masih menjadi tantangan besar dalam dunia kedokteran gigi di Indonesia. Pulpitis, merupakan keradangan pada jaringan pulpa gigi dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu pulpitis irreversibel dan pulpitis reversibel. Pulpitis irreversibel terjadi ketika jaringan pulpa mengalami peradangan parah sehingga tidak mungkin dipulihkan.

Solusi terbaik dalam kasus ini adalah perawatan saluran akar untuk menyelamatkan gigi. Sebaliknya, pulpitis reversibel terjadi jika jaringan pulpa yang meradang masih dapat pulih setelah rangsangan penyebabnya dihilangkan dan gigi dirawat dengan baik. Untuk kondisi ini, prosedur pelapisan pulpa langsung sering dilakukan agar pulpa tetap hidup dan jaringan yang rusak dapat pulih.

Salah satu bahan yang sering digunakan dalam pelapisan pulpa adalah Mineral Trioxide Aggregate (MTA), yang dikembangkan pada awal 1990-an oleh Torabinejad. MTA telah digunakan secara luas dalam dunia kedokteran gigi karena memiliki kemampuan penyegelan yang baik dan biokompatibilitas yang tinggi. Selain pelapisan pulpa, MTA juga digunakan untuk memperbaiki perforasi gigi, mengisi saluran akar, dan prosedur penting lainnya dalam perawatan gigi.

Bahan MTA membutuhkan waktu pengerasan yang lama, sulit untuk ditangani, dan terkadang menunjukkan sifat fisik yang kurang ideal ketika berinteraksi dengan cairan tubuh. Untuk mengatasi hal ini, para ahli mengembangkan alternatif seperti biodentin. Biodentin memiliki waktu pengerasan yang lebih cepat, kemampuan penyegelan yang lebih baik, dan terlihat lebih jelas dalam foto rontgen. Sayangnya, biodentin juga memiliki kekurangan, seperti sensitivitas dalam penggunaannya sebagai bahan penyumbat akar dan harganya yang relatif mahal.

Dalam beberapa tahun terakhir, kaca bioaktif (bioactive glass) muncul sebagai inovasi baru yang menjanjikan di dunia kedokteran gigi. Bahan ini dikenal sebagai salah satu material cangkok terbaik karena bioaktivitasnya yang tinggi. Kaca bioaktif mampu membentuk hidroksiapatit, mineral penting dalam tulang dan gigi, yang memungkinkannya untuk terikat dengan jaringan keras dan lunak tanpa menimbulkan reaksi penolakan dari tubuh.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menambahkan kaca bioaktif ke dalam MTA dapat meningkatkan kekuatan ikatan dan ketahanan bahan tersebut. Selain itu, waktu pengerasan juga menjadi lebih singkat, membuat prosedur perawatan lebih efisien. Beberapa keunggulan ini membuat kaca bioaktif dianggap sebagai bahan masa depan dalam pelapisan pulpa dan perawatan gigi lainnya.

Namun, untuk dapat digunakan secara optimal, kaca bioaktif harus memenuhi beberapa kriteria penting. Bahan ini harus aman, tidak beracun, tidak menyebabkan iritasi, tidak karsinogenik, dan tidak menimbulkan reaksi alergi. Selain itu, kaca bioaktif harus cukup lembut untuk melindungi jaringan pulpa, tetapi juga kuat untuk mendukung proses penyembuhan dan pemulihan gigi yang rusak.

Dengan segala keunggulannya, kaca bioaktif membuka jalan menuju era baru dalam dunia kedokteran gigi, menawarkan harapan besar bagi pasien yang membutuhkan perawatan pulpa gigi. Siapa tahu, di masa depan, bahan inovatif ini bisa menjadi standar dalam perawatan gigi modern.

Penulis: Prof. Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., SpKG, Subsp.KE(K)

Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://www.jidmr.com/journal/wp-content/uploads/2024/12/66-Rev- D24_3304_Dian_Agustin_Wahjuningrum_Indonesia.pdf

Radixtio Auzan Fepiosandi, Dian Agustin Wahjuningrum, Ira Widjiastuti, Ajinkya Pawar, Irma Mulyani. [2025] Bioactive Glass, A Promising Endodontics Material: Article Review.