Universitas Airlangga Official Website

Biskuit Halal Daun Katuk dan Kacang Merah Antar Tim FEB UNAIR Raih Juara

Dokumentasi Penyerahan Juara 2 Tim FEB Satu UNAIR pada Kamis (24/07/2025)
Dokumentasi Penyerahan Juara 2 Tim FEB Satu UNAIR pada Kamis (24/07/2025)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga terus berinovasi dengan menciptakan produk inovatif yang berakhir prestasi membanggakan. Pada kesempatan ini, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi dalam ajang International Business Plan Competition yang digelar dalam rangkaian Hijriah Fest 1446 H. 

Tim FEB Satu beranggotakan tiga mahasiswa, yakni Rizqi Alfy Dzikria (ketua tim), Hidayah Nur Valentine, dan Nadine Ramadhanty Malaka. Tim sepakat untuk mengembangkan NutriFe, biskuit halal yang melalui proses formulasi secara khusus sebagai bentuk kontribusi nyata untuk mencegah dan mengatasi isu anemia. 

Berfokus Mengatasi Anemia

Dalam proses wawancara, tim FEB Satu menyampaikan produk ini merupakan solusi mencegah isu anemia, terutama bagi kelompok rentan seperti remaja putri dan ibu hamil. Ide ini berangkat atas keprihatinan tim melihat tingginya angka anemia di Indonesia. Tanpa kita sadari, terjadinya anemia berdampak besar terhadap produktivitas, konsentrasi, bahkan beresiko menimbulkan stunting pada generasi berikutnya. 

NutriFe dikembangkan sebagai biskuit halal dengan menggunakan bahan utama, yaitu daun katuk dan kacang merah. Selain itu, tim FEB Satu juga tertarik pada tema lomba yaitu “Healthy menuju halal lifestyle”. Tim ingin menghadirkan produk yang diproduksi dengan memprioritaskan kehalalannya serta bermanfaat bagi kesehatan, melihat daun katuk dan kacang merah jarang dimanfaatkan sebagai produk biskuit. 

Yang membuat produk ini semakin unik adalah kehadiran platform pendamping digital bernama NutriFe Care. Platform ini menyediakan fitur edukasi gizi, pengingat konsumsi, serta cek mandiri gejala anemia, sehingga konsumen tidak hanya mengonsumsi produk, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan pendampingan dalam menjaga kesehatan.

“Kami melihat peluang dari bahan lokal seperti daun katuk dan kacang merah yang belum banyak dimanfaatkan. Lewat NutriFe, kami ingin membawa produk halal yang bergizi dan menginformasikan pentingnya mencegah gejala anemia sejak awal,” jelas Valen.

Hadapi Tantangan dengan Kolaborasi 

Dalam proses pengembangan ide, tim FEB Satu mengungkapkan bahwa manajemen waktu di tengah kesibukan akademik dan organisasi merupakan tantangan utama. Walaupun sulit menyesuaikan waktu masing-masing anggota, mereka mengungkap hal tersebut malah menjadi pelajaran untuk saling menghargai waktu dan memperkuat komunikasi. 

“Tantangan utama kami sebenarnya soal manajemen waktu, karena masing-masing punya kesibukan dari kuliah, organisasi, maupun aktivitas pribadi. Tapi dari situ justru kami belajar untuk saling menghargai waktu dan pentingnya komunikasi. Kami cari celah waktu yang sama-sama luang, kadang bahkan harus revisi malam-malam atau di sela jadwal kuliah. Walaupun sempat kewalahan, tapi tantangan itu malah jadi motivasi buat kami untuk tetap konsisten sampai selesai,” jelas tim FEB Satu.

Sebagai penutup, tim berbagi pesan untuk mahasiswa lain yang tertarik mengikuti lomba serupa. Menurut mereka, ide yang bagus tidak harus unik, tapi justru harus lahir dari masalah nyata yang sedang masyarakat hadapi. Sebelum menyusun proposal, penting untuk melakukan riset kecil untuk memastikan bahwa adanya relevansi solusi dan dapat terealisasi.

Penulis: Kania Khansanadhifa Kallista

Editor: Ragil Kukuh Imanto