Universitas Airlangga Official Website

BPBRIN UNAIR-Suara Muslim Ulas Potensi Meningkatnya Urbanisasi Pasca Mudik

Sesi Diskusi oleh Pembicara dari BPBRIN UNAIR (Foto: Tangkapan Layar YouTube Suara Muslim Tv)
Sesi Diskusi oleh Pembicara dari BPBRIN UNAIR (Foto: Tangkapan Layar YouTube Suara Muslim Tv)

UNAIR NEWSBadan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Sahabat Muslim menggelar diskusi bertajuk Tertib Sosial Budaya Mudik dan Kekuatan Ekonomi Umat. Diskusi ini mengundang beberapa narasumber yang memberikan wawasan baru dari beberapa perspektif disiplin ilmu. Kegiatan berlangsung pada Jumat (11/4/2025).

Menanggapi budaya mudik, menurut Dr Karnaji SSos MSi dalam agama Islam terdapat silaturahmi dan saling membantu keluarga satu sama lain. Kemudian mengacu pada istilah gemeinschaft by blood dalam ilmu sosiologi berarti keluarga memiliki ikatan sedarah yang kuat.

“Mudik di sini tingkatannya yaitu ikatan darah. Sanak keluarga seperti bibi, paman, cucu dan sebagainya yang berkumpul. Nah, mudik di Indonesia ini menjadi fenomena yang kuat. Hal ini memang dibahas dalam kajian sosiologi yang dimaksud dengan gemeinschaft tersebut,” ucapnya.

Upaya merekatkan rasa solidaritas dipengaruhi oleh beberapa alasan yaitu silaturahmi dan ikatan ekonomi dalam keluarga. Oleh karena itu, setelah mudik akan ada arus urbanisasi yang padat. “Ikatan Mudik dalam hal ini bukan hanya silaturahmi semata akan tetapi ikatan lainnya yaitu membantu dan berbagi kuat sekali. Sehingga di berbagai kota menjadi masalah sendiri dan urbanisasi semakin padat. Karakter urbanisasi tidak perlu kita khawatirkan karena pasti ada jaminan di perantauan tersebut. Kota tidak perlu menutup akses karena sudah ada garansi yang menjamin dari segi ekonomi,” jelasnya.

Kemudian Prof Dr Muhammad Nafik Hadi Riyanto SE MSi juga menanggapi akan urbanisasi dalam perspektif ekonomi. Ia mengatakan bahwa pemerintah tidak perlu terlalu mengkhawatirkan arus urbanisasi. Menurutnya, urbanisasi adalah peristiwa biasa sehingga ia berpesan untuk mengambil sisi positifnya.

“Perlu diingat bahwa di perkotaan dan para kepala daerah juga warga urban di sini. Datangnya orang pindah itu ada potensi ekonomi. Mereka yang berpindah tentu memberikan potensi ekonomi yang baru seperti adanya tenaga kerja baru, pelaku ekonomi baru, dan lainnya. Pada akhirnya sumber daya dapat bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain karena urbanisasi yang ada,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan untuk selalu memberikan kesempatan untuk berkembang dan berpesan agar semua harus tertib. Sebab, di setiap tempat ada aturan masing-masing. Jangan lupa untuk menjaga diri dan selalu melakukan kegiatan positif. 

Penulis: Ersa Awwalul Hidayah

Editor: Yulia Rohmawati