Universitas Airlangga Official Website

Bupati Mojokerto Tekankan Kolaborasi pada Mahasiswa Vokasi UNAIR

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, sebagai narasumber pada kegiatan Talkshow interaktif yang mengusung tema “Vokasi Pusat SDM Unggul Melalui Link and Match.” (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Belakangan ini pemerintah terus berupaya untuk memaksimalkan potensi dalam negeri, tidak terkecuali sumber daya manusianya. Selain itu, Presiden Joko Widodo pun  berusaha untuk memaksimalkan produk-produk lokal agar dapat dimanfaatkan secara lebih masif. Keberadaan E-Catalog membuat pengusaha lokal semakin mudah dalam memasarkan produk-produknya. Namun, disisi lain, kualitas produk dalam negeri pun harus tetap diperhatikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, dalam paparannya sebagai narasumber pada kegiatan Talkshow interaktif yang mengusung tema “Vokasi Pusat SDM Unggul Melalui Link and Match.” Kegiatan gelar wicara tersebut merupakan rangkaian acara puncak dari Dies Natalis Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) yang ke-8. Puncak acara tersebut digelar pada Kamis (23/6), bertempat di ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa (B) UNAIR.

“Sebetulnya, link and match ini adalah satu proses yang bisa dilakukan bersama-sama. Sehingga nanti ending-nya, antara yang butuh dan yang bisa memberi bisa sejalan,” pungkas Bupati Ikfina

Selain itu, Ikfina menuturkan bahwa Kabupaten Mojokerto sangat mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa vokasi UNAIR. baik kegiatan lapangan, maupun yang berkenaan dengan riset. Selain itu, potensi yang dimiliki, terutama di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Trawas dan Kecamatan Pacet akan sangat cocok digunakan untuk pengembangan wisata.

“Sudah ada pembicaraan awal. Karena disisi Fakultas Vokasi butuh laboratorium untuk mahasiswa, disisi lain, kami butuh SDM, kami butuh tenaga ahli untuk menata dan mengembangkan (Pariwisata, red),” ujar Bupati yang sekaligus sebagai dokter tersebut.

Tambahnya, ia pun menyadari bahwa perkembangan pariwisata di Mojokerto belum maksimal. Oleh karenanya, ia berharap lulusan FV UNAIR dapat berkontribusi penuh untuk menata kawasan wisata di wilayahnya. Sehingga, kedepan, pengembangan ini dapat berkelanjutan dan meminimalkan potensi kerusuhan bagi lingkungan. Ia tidak ingin, potensi tersebut hanya dilihat dari keuntungan bisnis.

“Disitu kita butuh adanya akademisi yang bisa membantu mengkaji kebutuhannya itu seperti apa dan apa yang bisa kita lakukan,” tambahnya.

Pada akhir, ia berharap lulusan dari vokasi UNAIR mampu bersaing di antara masifnya pencari kerja. Baginya, kegigihan merupakan salah satu modal yang harus dimiliki. Kedepan, akan banyak rintangan yang mungkin tidak pernah terpikirkan. Maka, kegigihan untuk terus bangkit merupakan kunci utama.

“Tidak sedikit juga yang kemudian berada pada posisi yang tidak match dengan keahliannya. Mangkanya, peluang itu harus diambil dan dimanfaatkan,” tutupnya.(*)

Penulis: Afrizal Naufal Ghani

Editor : Nuri Hermawan