Universitas Airlangga Official Website

Calon Profesor Masa Depan yang Raih IPK Sempurna 4,00

Dona Budi Kharisma Wisudawan Terbaik S3 Fakultas Hukum (dok pribadi)

“Ilmu itu dinamis maka jangan berhenti menjadi seorang pelajar,”

UNAIR NEWS – Dona Budi Kharisma menyambut Wisuda Universitas Airlangga (UNAIR) Periode 242 dengan bahagia. Selain berhasil merampungkan studi S3, ia juga menyabet penghargaan sebagai Wisudawan Terbaik Program S3 Fakultas Hukum (FH) UNAIR.  

Bagi Dona, perjalanan selama menempuh studi S3 memberi manfaat yang besar terhadap keilmuannya, khususnya bidang ilmu hukum perdata yang selama ini pelajari. Sementara itu, idealisme menjadi tantangan tersendiri bagi Dona dalam merampungkan disertasinya.

“Prinsip saya harus menemukan teori baru dalam penelitian disertasi sehingga disertasi saya bisa bermanfaat untuk pengembangan ilmu. Oleh karena itu saya harus berganti proposal disertasi berulang kali,” katanya. 

Kendati harus melalui perjuangan yang berliku, Dona berhasil merampungkan studi S3 dengan baik. Tak tanggung-tanggung Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4,00 berhasil ia dapatkan.  

Di sisi lain, Dona juga tercatat sebagai Dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Pasca merampungkan studi S3 di FH UNAIR, Dona akan kembali aktif mengajar sebagai dosen. “Ini saatnya bagi saya untuk mengajar dan mengaplikasikan ilmu yang saya peroleh selama kuliah di UNAIR,” tuturnya. 

Dona mengungkapkan bahwa sebagai akademisi ia memiliki mimpi untuk menjadi profesor dalam ilmu hukum di masa depan kelak. Pria asal Kendal, Jawa Tengah tersebut berharap ilmu yang ia miliki bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. “Saya tengah mempersiapkan untuk menjadi profesor yang benar-benar layak secara keilmuan, serta bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Dona memiliki tips tersendiri dalam menjalani studi S3. Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah proposal penelitian. Proposal tersebut menjadi lebih baik jika mengembangkan penelitian yang telah kita lakukan sebelumnya. Lalu, jadikanlah tugas saat perkuliahan sebagai bahan dari disertasi. “Artinya tugas-tugas kita adalah rangkaian isi atau pembahasan disertasi. Sehingga saat menyusun disertasi lebih cepat karena sudah kita persiapkan sebelumnya,” jelasnya.  

Dona turut berpesan kepada mahasiswa untuk terus belajar. Jenjang akademik sarjana, magister, atau doktoral bukan menjadi titik akhir dalam menimba ilmu. “Semakin kita belajar maka semakin sedikit yang kita ketahui. Maka jangan berhenti menjadi seorang pelajar,” pungkasnya. (cha/fri) 

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Feri Fenoria

Baca Juga: Manajemen Energi Bawa Mevi ke Republik Ceko