Universitas Airlangga Official Website

Canangkan Blood Bank, RSHP UNAIR Gelar Seminar Blood Transfusion

Sesi Seminar dan Workshop RSHP UNAIR (Sumber: Rosita).

UNAIR NEWS – Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR) gelar seminar dan workshop dokter hewan se-Jawa Timur, Sabtu (12/08/2023). Seminar itu bertajuk “Update On Haematology-Related Disease dan Blood Transfusion Pada Anjing dan Kucing”. Seminar tersebut tak lain merupakan program besar RSHP UNAIR untuk canangkan blood bank (bank darah, red).

“Jadi kita bermaksud untuk membentuk blood bank. Mengingat kita itu sulit sekali mendapatkan darah selama ini,” ujar Dr drh Ira Sari Yudaniayanti MP saat wawancara bersama tim UNAIR NEWS. 

Lebih lanjut Ia mengatakan, selama ini proses pencarian donor darah untuk hewan masih terkendala dengan uji darah yang memakan waktu 2-3 hari. Selain itu peluang keberhasilan donor darah masih sangat kecil karena hasilnya belum tentu berhasil dan harus mencari sampel darah baru yang harus melalui uji lab kembali.

“Kadang sudah 3 hari ternyata tidak berhasil kita cari lagi uji lagi. Nah hal ini menghambat proses pelayanan kami,” tuturnya

Drh Ira berharap program blood bank dapat menjadi solusi pasti dalam peningkatan pelayanan kesehatan hewan. Tak hanya itu, Ia berharap, seluruh sejawat dokter yang hadir dalam seminar dapat menjadi mitra kerja sama untuk menyukseskan program.

Seminar dan Workshop Blood Transfusion

Dalam agenda yang berlangsung itu, hadir Dr drh Nusdianto Triaksono  MP, Wakil Direktur RSHP UNAIR sekaligus pemateri seminar. Drh Nusdianto menjelaskan mengenai penyakit darah induk dan anak, sistem peredaran darah dan mekanisme donor darah pada hewan.

“Hal yang tidak kalah penting juga perhatikan tanda-tanda pembekuan darah selama proses donor berlangsung,” paparnya.

Menyambung materi pertama, hadir drh Diah Pawitri, Dosen IPB yang menyampaikan materi transfusi darah pada anjing dan kucing. Terdapat beberapa kondisi hewan yang harus dilakukan transfusi, di antaranya anemia, koagulopati, dan hipoproteinemia.

“Tidak semua kondisi tersebut langsung ditransfusi, perlu dikaji kalau hanya ringan kasih obat dulu. Apabila perlu transfusi pastikan ada tindakan pengobatan lebih lanjut,” pungkasnya.

Penulis: Rosita

Editor: Nuri Hermawan

Baca Juga: FKM UNAIR Dapat Apresiasi dari Wali Kota Surabaya, Berkat Peran Aktif Dukung Pemerintah