Universitas Airlangga Official Website

Career Fest, Menggali Wawasan dan Potensi Karier bersama Praktisi

Foto Cicik Ari Sucahyani S.H Career Fest x Seminar Nasional KAKEMA pada Ahad (14/9/2025). (Foto: Istimewa)
Foto Cicik Ari Sucahyani S.H Career Fest x Seminar Nasional KAKEMA pada Ahad (14/9/2025). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar Career Fest 2025 x Seminar Nasional KAKEMA Day 2, Ahad (14/9/2025), di Aula Candradimuka, Lt. 9, Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus MERR-C. Kegiatan itu mengusung dua narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi perikanan dan kelautan guna membuka wawasan potensi sektor perikanan di Indonesia. 

Laminem SPi MP bersama Dudung selaku Inspektur Mutu Hasil Perikanan Ahli Madya dari Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMKHP) Surabaya II, menjelaskan tugas pokok dan fungsi lembaga tersebut. “BPPMKHP bertugas menyelenggarakan pengendalian dan pengawasan mutu keamanan hasil kelautan dan perikanan melalui sertifikasi dan pemantauan dari hulu hingga hilir,” terang Dudung.

Dalam pemaparannya, Laminem menekankan bahwa setiap pabrik pengolahan ikan wajib menerapkan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Sistem ini berfungsi meminimalisir risiko bahaya keamanan pangan sehingga produk aman dikonsumsi sekaligus memenuhi syarat utama ekspor. Ia menambahkan, penerapan HACCP hanya dapat dilakukan jika pabrik telah memenuhi standar pendukung seperti Sertifikat Kelayakan Proses (SKP), Good Manufacturing Practice (GMP), dan Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP).

Lebih lanjut, Laminem menjelaskan bahwa HACCP yang dikembangkan sejak 1960-an merupakan proses sistemik berbasis kajian ilmiah yang bersifat menyeluruh, bukan sekedar bagian dari pengendalian mutu. Secara teknis, penerapannya terdiri atas 12 langkah, meliputi lima tahapan awal dimulai dari pembentukan tim, penetapan deskripsi produk, hingga verifikasi diagram proses dan tujuh prinsip dasar mencakup analisis bahaya, identifikasi titik kendali kritis, penetapan prosedur monitoring, hingga verifikasi eksternal oleh pemerintah. Menurutnya, peluang kerja lulusan perikanan di bidang ini sangat terbuka luas. 

Quality Control menjadi ujung tombak dalam mengembangkan produk perikanan, sehingga penting untuk memiliki sertifikasi HACCP,” pungkasnya.

Sementara itu, Cicik Ari Sucahyani SH selaku Wakil Ketua Komite Tetap Pelatihan dan Magang Kadin Jawa Timur menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi sesuai bidang sebagai modal utama bagi calon pekerja. Sebelum membangun profil karir unggul, mahasiswa perlu mencari peluang kerja yang sesuai kompetensi, menyusun arah karier, dan mulai berproses secara bertahap.

“Profil karier unggul harus mencakup kompetensi matang, seperti pengetahuan, keterampilan, dan attitude yang baik. Kemudian memperluas koneksi melalui personal branding di media sosial dengan memperkuat citra diri, proaktif pada saat interview, serta terbuka dan fleksibel menghadapi perubahan,” jelasnya. 

Menurutnya, profil yang unggul akan membuka lebih banyak peluang untuk meraih pekerjaan yang diinginkan. Ia mengimbau mahasiswa untuk lebih teliti dan waspada  dalam melakukan  sertifikasi kompetensi. “Gunakan Lembaga Pelatihan Kompetensi (LPK) maupun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) telah terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar terhindar dari penawaran fiktif,” pungkasnya. 

Penulis: Bethari Sri Indrajayanti

Editor: Khefti Al Mawalia