Universitas Airlangga Official Website

Cerpen

Ilustrasi: Istimewa
Cerpen

Sabtu Bersama Pak Eko

AKU baru saja menutup pintu pagar ketika sebuah sepeda tua melintas di jalan depan rumah. Melaju pelan, membunyikan bel. Lelaki itu tersenyum, mengangguk samar. Aku membalasnya. Semua orang mengenalnya, Pak

Baca Selengkapnya »
Ilustrasi: google/image
Cerpen

Bahasa Sunyi

Sejak saat itu aku tak pernah berlama-lama menatap langit. Hanya sesekali mencuri waktu saat kau sudah benar-benar terlelap dalam mimpi. Dan, kau adalah yang akan berlama-lama menatap langit, dalam gelap

Baca Selengkapnya »
ilustrasi
Cerpen

Pemilu (Bagian II)

Kemudian, kutelateni pencarian ini dengan membuka kamus lagi. Dan untunglah, KBBI tidak setuju. Prasangkaku mungkin melampaui btas. Ia sinis menuduh pada pendapatku tadi, karena nyatanya pemilu adalah singkatan dari pemilihan umum. Bukan seperti rangkaian yang kuduga.

Baca Selengkapnya »
Ilustrasi
Cerpen

Pemilu (Bagian I)

Kalau bagimu kata itu belum terasa sedih, bersedihlah tapi bukan untuk sedih itu sendiri. Tapi, bersedihlah untuk merenungkan sampai hari ini, apakah sudah pantas kita tidak merasa sedih tentang diri kita sendiri ?

Baca Selengkapnya »
kumparan com
Cerpen

Ibu Pertiwi dan Aku Lahir Tepat di 2030 (Part II)

Si suami yang hanya punya simpanan sedikit, tak pelak harus menghutang ke salah seorang temannya dengan bunga yang fantastis. Padahal, si suami bilang ia mengambil hutang dari kakaknya. Tak salah, tapi nyatanya si kakak adalah penjilat yang tak kenal ampun kepada siapapun juga. Termasuk ke adiknya sendiri.

Baca Selengkapnya »
Emak
Cerpen

Mak Surati (Bagian II)

cerita Malin Kundang itu memang kisah yang relevansinya masih bisa dikais. Narasi gubuk Desa, kehidupan orang tua. Dan dambaan kemewahan dalam pikiran si anak. Serta keacuhan seorang anak untuk sadar pada kondisi yang ada. Di bumbui dengan begitu materialistiknya dunia luar.

Baca Selengkapnya »
Emak
Cerpen

Mak Surati (Bagian I)

Semua harap-harap cemas tanpa siap apa yang akan terjadi. Mak Surati hanya seorang berpendidikan SD nggak tamat. Sedangkan kontaminasi masa mewabahkan prilaku tak terkendali kepada tole Bagus, anak semata wayangnya.

Baca Selengkapnya »
Cerpen

Di Antara Dua Sahabat (Bagian II)

Mereka kemudian menghentikan langkah. Meneduhkan pikiran, dan mendudukkan jasmani serta rohaniah agar lebih enak dalam obrolan. Keputusannya ialah duduk di teras pohon beringin lebat, sambil menggelar tikar plastik yang telah

Baca Selengkapnya »
Cerpen

Di Antara Dua Sahabat (Bagian I)

“Kita tak lagi bisa kembali ke masa itu.” Saat itu, usia mereka belum bisa dibilang matang. Sebagai sebuah tahap pendewasaan, siapapun bisa saja bertengkar pada hal sepele. “Loh, kok kamu

Baca Selengkapnya »
Jagongan
Cerpen

Teman

Ia agak sedikit gila, mudah punya khayalan, ngeyelan, suka bergaul, tapi tak suka menjadikan kawan bicaranya sebagai teman. Selera humornya lumayan, penampilannya tidak modern, namun tidak setuju kalau disebut tidak

Baca Selengkapnya »
Universitas Airlangga - Excellence with Morality