
Sejarah Islam dalam “Balada Pencatat Kitab”
kumpulan Balada Pencatat Kitab karya Rio F. Rachman, penyair alumnus S2 Media dan Komunikasi UNAIR ini meluncurkan buku tersebut pada 2016 lalu.

kumpulan Balada Pencatat Kitab karya Rio F. Rachman, penyair alumnus S2 Media dan Komunikasi UNAIR ini meluncurkan buku tersebut pada 2016 lalu.

Mungkin tak banyak orang tahu kalau Hamka adalah pesilat atau tentara yang ikut turun di medan tempur.

Buku ini merupakan hasil ketekunan beberapa orang yang menukil-sarikan dialog selepas shalat Jum’at antara Cak Nur dan jamaah di masjid Yayasan Paramadina.

Buku ini dibuka dengan takdim alias pengantar atau pembuka yang disampaikan oleh Gus Mus sendiri selaku penulis.

Buku yang pernah terbit pada 2007 ini diramu dengan bahasa sehari-hari. Namun, dibutuhkan kedalaman perenenungan untuk memahaminya.

Ada banyak topik yang dihadirkan dalam buku ini. Selain tentang kepemimpinan, terdapat pula tentang saling pengertian dan rendah hati.

Dalam buku tersebut, ada esai yang bercerita tentang jatuh-bangunnya seorang calon Awardee.

Perkara kreatifitas, Jepang tak perlu diragukan. Entah sudah berapa ribu judul komik manga yang banyak di antaranya menjadi tren dengan cerita variatif.

Sajak Aku Manusia yang juga dijadikan judul antologi ini terasa sangat pas menjadi pembuka jalan untuk menelusuri pengembaraan Gus Mus dalam perenungan.

Buku ini juga menguak sejarah pers dan media massa di Indonesia. Momentum menarik adalah kemunculan regulasi-pro kepentingan media sebagai imbas reformasi.

Secara umum, topik buku yang pertama kali terbit pada 1991 ini berkutat soal problem yang membelit Indonesia dan alternatif cara mengatasinya.

Yang tak kalah menarik dari buku ini adalah dipaparkannya sejarah dan seluk beluk agama di dunia.