UNAIR NEWS – Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) 1 Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menginisiasi program SIKUAT (Skrining, Informasi, dan Komunitas Anti Hipertensi). Program itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Program ini dilaksanakan secara door to door di Kelurahan Gombengsari dengan menyasar 150 warga yang tersebar di empat lingkungan. Yakni, Gombengsari, Kacangan, Lerek, dan Suko pada Minggu, (25/1/2026).
Penanggung jawab program SIKUAT, Agil Pamungkas, menjelaskan bahwa hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang kerap tidak disadari oleh masyarakat. “Banyak masyarakat yang merasa dirinya sehat, padahal tekanan darahnya sudah berada di atas normal. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius,” jelasnya.
Edukasi Berbasis Komunitas
Ia menambahkan bahwa pendekatan door to door dipilih agar edukasi kesehatan dapat diterima secara lebih personal. “Kami ingin mendatangi warga secara langsung ke rumahnya agar komunikasi yang terbangun lebih dekat. Dengan cara ini, warga lebih terbuka untuk berdiskusi mengenai kebiasaan makan, aktivitas fisik, hingga gaya hidup sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui pendekatan komunikatif dan partisipatif, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan posyandu sebagai sarana pemantauan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga merasa lebih dekat dan terbuka terhadap layanan kesehatan yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Kami ingin masyarakat melihat posyandu sebagai ruang bersama untuk menjaga kesehatan, bukan sekadar tempat pemeriksaan sesekali,” ujar Agil.
Kegiatan SIKUAT dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing Ayik Mirayanti Mandagi, SKM MKes. Program itu harapannya mampu membentuk komunitas masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan dan berkomitmen dalam upaya pencegahan hipertensi secara berkelanjutan. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, program ini juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu kesehatan masyarakat secara nyata.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar mengimplementasikan teori kesehatan masyarakat langsung di tengah masyarakat,” tambahnya.
Respon masyarakat terhadap kegiatan SIKUAT tergolong positif. Warga menunjukkan antusiasme selama proses pemeriksaan tekanan darah maupun saat menerima edukasi kesehatan. Banyak warga mengaku baru pertama kali melakukan pemeriksaan tekanan darah secara mandiri dan merasa terbantu dengan adanya informasi yang disampaikan secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan door to door menjadi strategi yang efektif dalam menjangkau masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini hipertensi.
Penulis : Dheva Yudistira Maulana
Editor : Khefti Al Mawalia





