Universitas Airlangga Official Website

Cegah ISPA, HIMANIS UNAIR Hadirkan Edukasi dan Cek Kesehatan Gratis di Manduro

Salah satu kegiatan pengmas HIMANIS UNAIR (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang kerap terjadi di masyarakat. Termasuk di wilayah pedesaan. Khususnya di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Di daerah tersebut kasus ISPA menjadi perhatian serius, ditandai dengan ditemukannya 11 warga yang terdiagnosis pneumonia. Kondisi ini menjadi latar belakang terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik (HIMANIS) Universitas Airlangga (UNAIR) melalui program Mesentrical 2025.

Manfaat dan Kandungan

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal Rabu-Jumat (2-4/7/2025) dengan mengusung tema “Napasku, Kesehatanku: Edukasi dan Pencegahan ISPA”. Rangkaian Mesentrical 2025 dibuka dengan kegiatan Sapa Warga dan Sosialisasi Jamu Tradisional. Dalam kegiatan ini, warga dan kader PKK mendapatkan edukasi mengenai manfaat bahan-bahan herbal seperti daun kelor, jahe, dan madu. Ketiga bahan tersebut terkenal memiliki kandungan antioksidan, antiinflamasi, dan sifat imunomodulator yang berpotensi mendukung fungsi sistem pernapasan serta meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.

Kegiatan ini juga disertai dengan praktik langsung pembuatan jamu tradisional, yang kemudian diuji coba oleh warga. Respons yang warga berikan cukup positif, menunjukkan antusiasme terhadap penggunaan bahan herbal sebagai alternatif pendukung kesehatan. “Rasanya enak dan memberikan rasa lega pada saluran napas,” ungkap salah satu warga yang turut berpartisipasi dalam sesi uji rasa jamu.

Pada sore harinya, mahasiswa HIMANIS melaksanakan Aksi Bersih Desa yang berlangsung di tiga RT, yakni RT 04, RT 11, dan RT 12. Mahasiswa saling bahu-membahu membersihkan lingkungan sekitar. Mulai dari jalan desa, selokan, hingga area pemukiman, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kegiatan ini sejalan dengan prinsip dasar pencegahan penyakit, khususnya ISPA, yang erat kaitannya dengan kualitas kebersihan lingkungan.

Cek darah gratis oleh HIMANIS (Foto: Isitmewa)

Pada waktu yang bersamaan, mahasiswa juga membagikan susu gratis kepada anak-anak yang ditemui di sepanjang lokasi kegiatan. Pembagian susu ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan gizi anak sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh, terutama di tengah tingginya risiko infeksi saluran pernapasan pada usia dini.

Puncak kegiatan berlangsung pada hari kedua, di mana warga tampak antusias mengikuti sosialisasi mengenai ISPA. Materi sosialisasi mencakup pengenalan gejala awal, upaya pencegahan, serta pentingnya deteksi dini terhadap gangguan pernapasan. Setelah sosialisasi, kemudian berlanjut dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, serta saturasi oksigen. Pemeriksaan ini mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dari Puskesmas Manduro. Sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara medis dan langsung ditindaklanjuti apabila ditemukan kelainan.

Keunikan lain dari Mesentrical 2025 terletak pada konsep Pasar Murah yang dikemas secara inovatif melalui sistem penukaran “uang mainan”. Uang mainan ini sebelumnya telah dibagikan kepada warga sebagai bentuk golden ticket  dalam kegiatan pasar murah. Melalui sistem tersebut, warga dapat menukarkan “uang” dengan kebutuhan pokok seperti beras, gula, teh, minyak goreng, dan mie. Selain menciptakan suasana yang menyenangkan, pendekatan ini berhasil meningkatkan keterlibatan masyarakat serta memperkuat nilai gotong royong dalam konteks edukasi dan kesehatan. Beberapa warga saling membantu satu sama lain untuk menukarkan uang mainan dengan kebutuhan pokok.

Kepala Desa Manduro menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Dulu batuk dianggap hal biasa, cukup diolesi minyak kayu putih. Sekarang warga mulai paham pentingnya pemeriksaan kesehatan dan mengenali gejala awal ISPA,” ujarnya.

Melalui program Mesentrical 2025, HIMANIS UNAIR tidak hanya menyampaikan edukasi, tetapi juga membangun kedekatan dan kolaborasi bersama warga dengan cara yang sederhana namun bermakna. Dari jamu, susu, hingga kerja bakti, seluruh kegiatan menjadi bagian dari langkah nyata dalam mencegah ISPA.

Karena pada hakikatnya, menjaga kesehatan saluran pernapasan bukan hanya tentang penanganan medis, melainkan juga tentang kebersamaan, kesadaran kolektif, dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama.

Penulis: Tim Pengmas

Editor: Yulia Rohmawati