UNAIR NEWS – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga (UNAIR) Dusun Kaliboyo Desa Kradenan Purwoharjo Banyuwangi sukses lakukan kegiatan injeksi vitamin pada ternak domba. Kegiatan itu berlangsung pada Sabtu (25/1/2025) yang menargetkan pada komunitas peternak domba Dusun Kaliboyo.
Peningkatan Kesehatan Ternak
Lutfan Hianata selaku penanggung jawab program kerja mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kesehatan ternak dan mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kegiatan ini bekerja sama dengan perangkat desa, dokter hewan, serta beberapa peternak di Dusun Kaliboyo.
Injeksi terlaksana pada lebih dari dua puluh ekor domba yang berada di tiga titik peternakan. Pada saat yang sama, Mahasiswa KKN-BBK Dusun Kaliboyo UNAIR juga memberikan salep antibiotik pada salah satu domba yang terjangkit ORF atau Ecthyma Contagiosa. “Domba yang terkena penyakit cacar sebaiknya dipisahkan dengan domba yang lain, karena penyakit ini bisa menular ke domba yang lain,” ungkapnya.

Lutfan Hianata mengatakan bahwa tetap dilakukan pengecekan bagi domba untuk mencegah terjangkit penyakit. Oleh karena menjaga kesehatan pada hewan ternak itu penting, maka perlu penyemprotan desinfektan pada lingkungan sekitar kandang. “Kami juga memberikan tips menjaga biosecurity kandang ternak, sehingga menjadi langkah awal mencegah terjangkitnya virus terhadap hewan ternak,” tuturnya.
Program Berkelanjutan
Lebih lanjut, Lutfan Hianata mengungkapkan bahwa program injeksi Vitamin B kompleks dapat terlaksana secara berkelanjutan. Pengecekan kesehatan secara masif bagi peternakan sebagai upaya peningkatan kesehatan dan kualitas hewan ternak. Seiring dengan meningkatnya kualitas hewan ternak, kesejahteraan masyarakat juga akan semakin meningkat.
“Meskipun terkendala keterbatasan persediaan Vitamin B kompleks karena jumlah ternak yang akan diinjeksi melebihi perkiraan awal. Tentunya kami tetap bersyukur dapat membantu meningkatkan kualitas hewan ternak melalui pengecekan kesehatan, karena ketika kondisi hewan ternak sehat, maka nilai jual hewan ternak menjadi naik,” jelasnya.
Lutfan Hianata dan tim KKN-BBK Dusun Kaliboyo berharap bahwa pemerintah dan stakeholder terkait dapat berpartisipasi aktif menunjang pengecekan kesehatan ternak. “Semua pihak harus terlibat, karena sebagai langkah awal mencegah terjadinya penyebaran PMK yang dapat merusak nilai jual hewan ternak,” pungkasnya.
Penulis: M. Akmal Syawal
Editor: Yulia Rohmawati





