Universitas Airlangga Official Website

Cegah Stunting, Tim KKN UNAIR Lakukan Deteksi Dini dan Edukasi Ibu Balita di Desa Morowudi Gresik

Program deteksi dini dan edukasi ibu balita di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Prevalensi stunting di Kabupaten Gresik masih tergolong cukup tinggi. Data menunjukkan, terdapat 7.412 balita atau 10 persen dari jumlah balita di Kabupaten Gresik yang terdampak stunting. Kecamatan Cerme menjadi penyumbang tertinggi untuk kasus stunting.

Merespons persoalan tersebut, Kelompok KKN BBK 67 Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar program deteksi dini dan edukasi stunting terhadap balita di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Rabu (18/01/2023).

Kepada UNAIR NEWS, Desi Ramadhani dari program studi Akuakultur selaku ketua tim menyampaikan bahwa ia dan tim ikut andil mengikuti program posyandu yang diadakan oleh Desa Morowudi di beberapa dusun di sana. 

Dalam program tersebut, Desi dan kawan-kawan turut memberikan edukasi kepada ibu-ibu balita terkait urgensi pencegahan stunting dengan menggunakan media poster.

“Selain mengedukasi ibu-ibu balita, kami juga mengajak mereka sharing soal kondisi balita stunting di sana. Mereka bilang, kalau pemicu balita stunting di sana karena rata-rata ibunya masih muda, lulus SMA langsung nikah,” ucapnya. 
“Terus, kami juga ikut langsung mengukur berat badan dan tinggi badan balita-balita di sana. Nah setelah itu, kami ajak mereka senam bareng. Dengan adanya senam balita stunting ini diharapkan dapat berpengaruh pada pertumbuhan tinggi badan balita,” sambungnya.

Foto bersama kelompok KKN BBK UNAIR Desa Morowudi dengan kader posyandu. (Foto: Istimewa)

Pada akhir, Desi berharap program tersebut dapat memberikan edukasi terhadap para orang tua agar lebih sadar terkait persoalan stunting. Terlebih, saat ini isu stunting menjadi prioritas utama dan sangat berhubungan erat dengan tujuan SDGs (Sustainable Development Goals). Sehingga, intervensinya harus diupayakan dengan gencar dan maksimal. 

“Kami juga berharap, ibu-ibu di sini lebih memedulikan kesehatan balitanya, khususnya dalam hal pemenuhan gizi serta lebih terbuka terhadap isu stunting. Selain itu, mereka juga bisa paham dan mengetahui bagaimana cara untuk menurunkan angka stunting di desa ini,” tutupnya. 

Sebagai informasi tambahan, kelompok KKN BBK 67 UNAIR Desa Morowudi juga menggelar beberapa program kerja, di antaranya giat bersih, mengajar bahasa Jawa, dan edukasi menabung di UPT SDN 67 Morowudi. (*)

Penulis: Rafli Noer Khairam

Editor: Binti Q. Masruroh