Universitas Airlangga Official Website

Cerita Fahmi dan Mega yang Magang di DLH Kota Surabaya

SURVEI, Ahmad Fahmi Ramadlan (depan) dan Mega Soekarno Sumarlan memfoto vegetasi tanaman ketika melakukan identifikasi di Taman Surabaya. (Foto: Istimewa)
SURVEI, Ahmad Fahmi Ramadlan (belakang) dan Mega Soekarno Sumarlan memfoto vegetasi tanaman ketika melakukan identifikasi di Taman Surabaya. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Banyak hal yang bisa dilakukan selama liburan. Tak terkecuali datang ke suatu instansi atau perusahaan untuk belajar di sana. Magang, misalnya. Itulah yang dilakukan Ahmad Fahmi Ramadlan dan Mega Soekarno Sumarlan, mahasiswa Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga.

”Selagi mengisi waktu liburan, tidak salah untuk sekaligus menimba ilmu dari lingkungan yang berbeda,” kata Fahmi.

Fahmi dan Mega magang di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya. Selain sudah ada senior yang pernah magang dan bekerja di sana, keduanya memilih tempat itu karena ingin mengetahui kinerja pemerintah Surabaya. Terutama di bidang Lingkungan. Sebab, kita tahu, sejumlah prestasi terkait dengan lingkungan juga soal tata kelola kota, mampu diraih Kota Surabaya.

”Hari pertama sempat tidak betah karena belum kenal. Tapi, saat sudah kenal, ternyata semuanya ramah dan baik. Terutama di bidang yang kami tempati selama magang. Saking baiknya, sering dapat makan siang karena ada yang ulang tahun di sini,” tutur Fahmi, lantas tertawa.

Selama magang tiga pekan (25/6–14/7) itu, Fahmi dan Mega ditempatkan di bidang Tata Lingkungan, Subbidang Pengendalian dan Pencemaran, DLH Kota Surabaya. Keduanya sempat terkejut saat mengetahui jam kerja di Dinas Kota Surabaya selama enam hari, mulai Senin sampai Sabtu. Meski Sabtu dihitung lembur, semangat dan disipilin tetap menjadi sikap yang mesti dipegang.

”Di sana, kemarin kami dibagi dua. Ada yang survei rumah pompa di daerah Surabaya. Dan, ada yang ikut rapat RPPLH. Kami juga ditugaskan secara bersama-sama,” tambah Mega.

Dalam penugasan bersama-sama tersebut, keduanya dapat berkeliling. Yakni, menyurvei seluruh taman di Surabaya untuk mengidentifikasi jenis tanaman di sana. Di awal survei, Fahmi dan Mega bersama dengan pegawai DLH. Selanjutnya, keduanya dipercaya mencari taman dan mengidentifikasinya sendiri. Tak jarang kendala datang ketika survei.

”Kadang dalam pencarian, terdapat perbedaan lokasi dari data. Yang ternyata tidak valid seluruhnya. Serta, tak semua jenis tanaman yang ditemui, kami tahu namanya. Jadi, memfoto menjadi senjata utama,” ungkapnya.

Fahmi menambahkan, magang yang mereka lakukan memberikan suasana baru, asyik, dan senang. Banyak manfaat yang didapatkan. Mulai kesabaran saat mencari taman, kerja keras saat survei taman seluruh Surabaya, keikhlasan setiap individu untuk memperbaiki lingkungan, hingga kesadaran diri akan tanggung jawab terhadap tugas.

”Tak disangka, di awal yang merasa ingin cepat selesai, tapi, di akhir, meninggalkan tempat magang terasa berat. Terima kasih DLH Kota Surabaya,” tutur Fahmi. (*)

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Feri Fenoria Rifa’i