UNAIR NEWS – Cerita pengabdian kali ini datang dari mahasiswa asal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR), Aliviani Emilia Hilna. Ia berhasil menjadi perwakilan salah satu perwakilan untuk menjalankan pengabdian di Malaysia melalui program pertukaran.
Dalam sesi wawancara pada Minggu (21/1/2024), Aliviani mengatakan jika ia berpartisipasi dalam sebuah program bernama SMI Youth Exchange. Semangat Muda Indonesia, sebagai organisasi yang menjadi inisiator program tersebut, membuka kesempatan bagi para pemuda untuk belajar lintas negara.
“Program SMI Youth Exchange bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pemuda untuk mendapatkan pembelajaran lintas budaya, pendidikan, pemahaman sosial, dan projek kepemudaan di berbagai negara,” terang Aliviani.
Awalnya, ia masih merasa ragu untuk mendaftar mengingat program tersebut adalah pengabdian pertamanya ke luar negeri. Pada akhirnya, ia tetap melakukan pendaftaran dan berhasil lolos untuk menjalankan projek yang ada di dalam program pengabdian tersebut.
Program Mengajar
Selama menjalani program pada Selasa-Jumat (9-12/1/2024), banyak hal yang ia kerjakan guna memajukan pendidikan. Salah satunya adalah keterlibatannya dalam mengajar di Sekolah Bimbingan Hulu Kelang, sebuah sanggar bimbingan milik Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.
Di sana, Aliviani mengajar anak-anak Indonesia yang tidak memiliki cukup akses pada pendidikan karena biayanya yang besar. Ia percaya bahwa semua anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, termasuk anak Indonesia yang ada di Malaysia.
“Mereka adalah anak Indonesia yang kurang beruntung karena tidak mendapatkan akses pendidikan. Mereka merupakan anak dari pekerja imigran Indonesia yang tidak mendapatkan akses pendidikan di Malaysia karena pendidikan resmi di sana sangatlah mahal,” jelasnya.

Diskusi Lintas Negara
Selain mengajar, Aliviani juga melakukan kunjungan ke sejumlah tempat, salah satunya adalah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia dan Singapura. Bahkan, ia mengakui keterlibatan aktifnya dalam berdiskusi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI yang ada di Singapura.
“Saya berkesempatan untuk berdiskusi terkait pendidikan, budaya, dan ekonomi bersama Bapak Satriya Wibawa Ph D selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Singapura,” kata Aliviani.
Lebih lanjut, Aliviani juga merasa beruntung karena bisa turut berpartisipasi di SMI Youth Exchange tersebut. Pasalnya, SMI Youth Exchange juga memfasilitasinya untuk bisa bertemu dan berinteraksi langsung dengan duta dari sejumlah universitas di Malaysia.
“Beruntung bisa menginjakkan kaki secara langsung dan berdiskusi singkat di Universiti Malaya, Universiti Kuala Lumpur dan International Islamic University Malaysia,” lanjutnya.
Bagi Aliviani, kegiatan itu bukan hanya memberi pengalaman berharga, tetapi juga memperluas perspektifnya pada budaya dan pendidikan internasional. SMI Youth Exchange juga memberi ruang khusus untuk berkembang secara kognitif dan berdampak pada kesosialannya.
“Mendarat di institusi dan lembaga internasional tentu menjadi pembelajaran yang sangat istimewa. Namun, ketika pemuda mendapat ruang untuk bermanfaat, itu memberikan tempat tersendiri untuk terus berjuang demi keberlangsungan sosial setiap lapisan masyarakat, tutupnya. (*)
Penulis: Muhammad Badrul Anwar
Editor: Nuri Hermawan





