Universitas Airlangga Official Website

Cerita Rechan Eksplorasi Bisnis Digital, Budaya, dan Keindahan Bali Melalui PMM

Mengunjungi Desa Panglipuran yang merupakan desa paling di dunia. (Sumber: Istimewa).
Mengunjungi Desa Panglipuran yang merupakan desa paling di dunia. (Sumber: Istimewa).

UNAIR NEWS – Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik, Universitas Airlangga (UNAIR) terus berkomitmen untuk memberdayakan mahasiswanya dalam mengembangkan potensi dan keterampilan. Upaya tersebut didukung oleh program inovatif, yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Salah satu program MBKM yang kerap menarik antusias mahasiswa adalah kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Program ini memberikan peluang emas bagi mahasiswa UNAIR untuk menjalani satu semester perkuliahan di perguruan tinggi asal.

Melalui PMM, mahasiswa tidak hanya dapat mendapatkan pengalaman belajar yang berharga, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat keberagaman budaya di daerah perguruan tinggi yang menjadi tujuannya. Seperti halnya Rechan Wisnu, mahasiswa Manajemen Perhotelan Fakultas Vokasi (FV) UNAIR yang kini mengikuti PMM di Politeknik Negeri Bali (PNB).

Potret Rechan dalam kunjungan ke Pura Desa Batuan. (Sumber: Istimewa).

Recan, begitu sapaannya, mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi industri pariwisata di Bali yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Ia menyatakan bahwa Bali bukan hanya tempat untuk meningkatkan kapasitas akademisnya, tetapi juga menjadi ajang untuk mendalami dunia pariwisata dengan keunikan budaya yang luar biasa.

“Di PNB, aku mengikuti pembelajaran di program studi Bisnis Digital. Alasannya, sebab aku ingin mengeksplorasi bidang lain dan meraih peluang kolaborasi yang lebih luas,” ucap Recan.

Walau mengikuti perkuliahan lintas jurusan, Recan tetap giat dan semangat menjalani perkuliahannya. Beberapa mata kuliah yang ia ambil dalam PMM adalah Social Media Marketing, Technopreneurship, Teknologi Keuangan, Sistem Informasi, dan Manajemen Risiko Bisnis.

“Beberapa mata kuliah yang aku ikuti selama PMM, tidak ada di program studiku. Walau pelajarannya sulit, tetapi dosen yang mengampu dapat memberikan penjelasan yang mudah kami pahami, sehingga menjadi seru,” jelasnya.

Belajar tarian Bali bersama mahasiswa PMM. (Sumber: Istimewa).

Dalam program PMM, terdapat kelas Modul Nusantara yang mengenalkan tentang budaya Indonesia. Fokus kegiatan tersebut adalah pada kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial. Salah satu pengalaman berkesan yang Recan dapatkan melalui Modul Nusantara adalah ketika ia mempelajari tarian Bali.

“Belajar tarian Bali itu sangatlah sulit, karena harus memperhatikan semua gerak tubuh. Kalau tidak terbiasa, tangan dan kaki akan terasa pegal. Selain itu, tarian ini juga berfokus pada gerakan mata,” tuturnya.

Tak ketinggalan, ia belajar memasak makanan khas Bali seperti sate lilit, lawar, dan sop balungan. Jalan-jalan menikmati keindahan Bali pun sudah menjadi santapannya sehari-hari. Pemandangan matahari terbenam di pantai serta matahari terbit di Kintamani menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Recan.

“Melalui PMM, mahasiswa belajar tentang diri mereka sendiri, nilai-nilai, dan pandangan hidup yang baru. Dalam kesatuan, ada kekuatan. Dalam kebinekaan, ada keindahan,” tutup Recan.

Penulis: Maissy Ar Maghfiroh

Editor: Feri Fenoria