Universitas Airlangga Official Website

Cerpen Isu Sosial Antar Alumnus UNAIR Robbyan Abel ke Emerging Writers UWRF

Seorang laki-laki berfoto memegang buku bertuliskan "Tuhan Bersembunyi Seperti Kancing Cadangan"
Robbyan Abel Ramdhon alumnus FISIP UNAIR berfoto bersama buku karyanya (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh alumni Universitas Airlangga (UNAIR). Robbyan Abel Ramdhon, lulusan tahun 2019, terpilih sebagai salah satu dari 10 penulis cerpen terbaik dalam program Emerging Writers di ajang Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025. Saat ini, Robbyan berkarier sebagai penulis dan aktif berkegiatan di dunia kesusastraan.

Alumnus Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu, menceritakan bahwa ketertarikannya pada UWRF berangkat dari kedekatannya dengan berbagai komunitas sastra. “Di kalangan sastrawan, UWRF bukanlah festival yang asing. Ia menjadi salah satu festival berskala internasional yang menjadi panggung bagi banyak penulis nasional dan dunia,” katanya. 

Sehingga ajang festival itu motivasinya mengikuti ajang untuk memperkenalkan karya terbarunya yaitu buku kumpulan cerpen Tuhan Bersembunyi Seperti Kancing Cadangan (Intensif Book, 2025).

Dalam seleksi tahun ini, Robbyan mengirimkan cerpen berjudul “Di Sebuah Kota”, sebuah kisah tentang dua saudara dalam sebuah keluarga yang berjuang menghadapi tekanan ekonomi. Salah satu isu penting yang diangkat adalah praktik judi online sebagai cara cepat untuk menambah penghasilan. Inspirasi cerpen tersebut, ungkapnya, datang dari percakapan dengan seorang driver ojek online yang bercerita bahwa banyak rekannya terjebak dalam lingkaran judi online.

Meski mengangkat isu sosial yang berat, proses kreatif Robbyan berjalan cukup lancar. Ia mengaku tidak menghadapi tantangan karena menulis sudah menjadi rutinitas sehari-hari. “Naskah yang saya kirim bahkan selesai hanya dalam setengah hari, termasuk proses penyuntingan. Saya mengunggahnya dua jam sebelum penutupan seleksi,” tuturnya.

Menurut penjelasan kurator, Robbyan mengatakan bahwa keberhasilan menembus 10 besar itu berkat kekuatannya dalam menghadirkan isu ekonomi dengan perspektif yang relevan dengan kondisi hari ini. Cerita tersebut dinilai memiliki otokritik yang kuat namun tetap terasa wajar dan tidak berlebihan.

Menjadi bagian dari Emerging Writers 2025 tentu meninggalkan kesan tersendiri bagi Robbyan. Ia mengaku sangat senang dan bangga atas pencapaian tersebut. Penghargaan ini juga memberikan dampak signifikan pada perjalanan karirnya sebagai penulis. “Saya banyak mendapatkan undangan ke berbagai forum untuk membicarakan karya saya. Banyak juga penerbit mengajak bekerja sama untuk merilis karya baru,” ujarnya.

Ke depan, Robbyan telah menyiapkan sejumlah agenda penting. Dalam waktu dekat, ia akan merilis satu buku kumpulan cerpen dan satu novel terbaru, sekaligus membuka peluang untuk berpartisipasi dalam lebih banyak festival atau kolaborasi sastra lainnya.

Penulis: Adinda Octavia Setiowati

Editor: Yulia Rohmawati