n

Universitas Airlangga Official Website

Civitas UNAIR Siap Berangkat Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu – Donggala

Palu Donggala
Rektor UNAIR Prof. Nasih saat melakukan koordinasi dengan tim yang bersiap berangkat ke Palu - Donggala. (Foto: Arya Budiman)

UNAIR NEWS – Bencana alam gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) kembali menyita perhatian seluruh masyarakat dunia. Tak terkecuali civitas akademika Universitas Airlangga. Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang teguh memegang tri dharma, UNAIR terus melakukan berbagai kegiatan yang mendukung pengamalan tri dharma perguruan tinggi.

Mengenai bencana gema dan tsunami Palu – Donggala, Rektor UNAIR Prof. Nasih mengatakan bahwa beberapa dokter dan perawat dari Rumah Sakit UNAIR sudah berangkat ke lokasi bencana. Bahkan, tim Rumah Sakit Terapung sudah bergeser dari Lombok menuju Palu dan Donggala. Kabar terkahir, RS Terapung UNAIR masih tiba di Makassar (1/10).

Mengenai tim dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Mahasiswa Tanggap Bencana (Mahagana), UKM Pramuka, UKM KSR, dan beberapa mahasiswa yang menjadi relawan, Prof. Nasih mengimbau agar seluruh tim mempersiapkan segala persiapan yang akan dilakukan di lokasi bencana dengan matang.

“Selian itu, pemetaan tim dan berbagai rencana kegiatan kemanusiaan yang akan dilakukan selama menjadi relawan harus tersusun dengan baik. Tujuannya, agar saat menjadi relawan benar-benar bisa optimal, bukan justru malah sebaliknya,” ungkap Prof. Nasih.

Tidak hanya itu, Prof. Nasih juga mengimbau kepada tim yang berangkat untuk melakukan koordinasi yang matang dengan berbagai pihak. Baik dari pihak dokter, perawat, psikolog, dan utamanya dengan tim dari Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM)

“Mengingat sedang berlangsungnya Ujian Tengah Semester (UTS), tim mahasiswa yang berangkat juga harus bisa membagi waktu antara ujian dan relawan dengan bijak. Selain itu, selama menunggu persiapan berangkat, tim mahasiswa juga bisa melakukan berbagai kegiatan untuk penggalian dana donasi kepada seluruh civitas UNAIR,” imbuh Prof. Nasih.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Rektor UNAIR, Ketua BEM UNAIR Galuh Teja Sakti mengatakan bahwa tim mahasiswa yang tergabung dari berbagai elemen itu siap untuk mengkondisikan tim yang akan berangkat dengan sebaik-baiknya.

Teja juga mengatakan bahwa nantinya tim yang berangkat akan dibagi ke dalam berbagai tugas. Seperti trauma healing, dapur umum, pertolongan pertama, dan berbagai kegiatan untuk pemulihan lokasi bencana.

“Dengan ini, semoga bencana yang terjadi di Palu – Donggala bisa menjadi salah satu kesempatan untuk meningkatkan kepedulian seluruh civitas UNAIR kepada saudara-saudara yang membutuhkan,” tuturnya.

 

Penulis: Nuri Hermawan