Universitas Airlangga Official Website

Competitive Advantage Sapi Madura

Ilustrasi oleh Travel.detik.com

Saya bangga ketika dapat berita kalau Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga RSTKA melakukan kegiatan medis di pulau Madura terutama di Pulau Sapudi dan meminta teman-teman FKH (saya juga diminta) untuk ikut ekspedisi medis sambil melakukan penelitian tentang peternakan sapi. Maklum Pulau Sapudi adalah penghasil sapi potong yang terkemuka di Jawa Timur/Indonesia dan salah satu daerah yang ditetapkan pemerintah sebagai tempat pemurnian sapi lokal – bersama dengan daerah Pulo Raya di Aceh untuk pemurnian sapi Aceh dan Pulau Nusa Penida, Bali untuk pemurnian sapi Bali. Saya bangga karena tujuan awal pembangunan RSTKA itu untuk menyediakan pelayanan kesehatan masyarakat di tempat-tempat yang terpencil juga dipakai sebagai media para Ksatria Airlangga dari berbagai disiplin ilmu untuk melakukan pengabdian masyarakat dan penelitian.

Saya sering berdiskusi dengan sahabat saya mas Chairul Arifin alumni FKH mantan pejabat di Kementrian Pertanian tentang potensi ternak sapi di Indonesia dan tantangan negara ini kedepan dalam swasembada daging sapi agar tidak terlalu tergantung pada impor. Dia memang ahlinya dibidang ini. Namun saya mencoba untuk memberikan pendapat dari perspektif ekonomi soal per-sapian ini karena saya “economics by training” di FE UNAIR.

Dalam ilmu perdagangan internasional atau international trade, ekonomi internasional atau international economics dan bisnis kita mengenal beberapa istilah tentang keunggulan yaitu keunggulan absolut, keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. Adam Smith menjelaskan, keunggulan absolut  (absolute advantage) adalah kemampuan sebuah bangsa untuk memproduksi suatu barang lebih banyak dengan jumlah masukan yang sama dengan negara lain. Ricardo menjelaskan keunggulan komparatif (comparative advantage) yaitu sebuah negara yang memiliki kelemahan absolut dalam memproduksi dua barang dari sudut negara lain, memiliki keunggulan komparatif atau relatif dalam memproduksi barang dimana kelemahan absolutnya kurang. Sementara itu Michael Porter menjelaskan apa itu keunggulan kompetitif yaitu kemampuan yang diperoleh melalui karakterisrik dan sumber daya perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama. Porter merumuskan dua jenis keunggulan kompetitif perusahaan yaitu biaya rendah atau diferensiasi produk.

Khusus tentang strategi diferensiasi (differentiation) adalah strategi yang dijalankan sebagai upaya perusahaan membangun persepsi produk dimata pelanggannya. Produk yang dibuat memiliki persepsi unik atau beda dibandingkan dengan produk pesaingnya baik dibidang harga, teknologi, desain, warna, reputasi korporasi dan teknologi, pelayanan dan citra/image perusahaan.

Khusus sapi di Madura itu saya dengar memang dijaga kemurniannya dan saya belum dapat informasi detail tentang kenapa kemurniannya itu dijaga. Namun dalam perspektif saya dalam hubungannya dengan teori keunggulan diatas, sapi di Pulau Madura itu secara umum masuk pada ketiga kategori keunggulan itu utamanya pada keunggulan kompetitifnya Michael Porter karena memiliki diferensiasi. Mungkin karena itu sapi Madura sejak jaman Belanda dilindungi melalui berbagai lembaran negara (staatblad) tahun 1923, 1934, 1937 dan secara tersirat terdapat dalam UU nomor 6 tahun 1967 yang menetapkan sapi Madura merupakan plasma nutfah yang dilindungi dan dipertahankan kemurniannya di pulau Madura.

Diferensiasi sapi Madura sudah sangat seragam, yaitu ada dalam bentuk tubuhnya yang kecil, kaki pendek dan kuat, bulu berwarna merah bata agak kekuningan tetapi bagian yang perut dan paha sebelah dalam berwarna putih dengan peralihan yang kurang jelas bertanduk khas. Yang terpenting pula, sapi Madura memiliki keunggulan yaitu mudah dipelihara; tahan terhadap penyakit; warna dagingnya merah cerah, empuk berserat halus dan rendah lemak.

Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, sapi Madura banyak diminati oleh para peternak bahkan para peneliti dari negara lain. Sudah banyak sapi madura dikirim ke daerah lain, apabila tidak diperhitungkan dengan baik bisa jadi populasi sapi Madura di pulau Madura akan terkuras serta mengancam kemurnian ras-nya.

Selain masalah keunggulan kompetitif tadi, maka dalam perspektif ekonomi bisnis perlu dibicarakan secara intens tentang hambatan strategi deferensiasi sapi Madura, tentang transportation cost, pembangunan fasilitas cold storage, government incentives, kebijakan subsidi, infrastruktur, economies of scale dan sebagainya.

Saya yakin teman-teman FKH sudah lebih jauh mendiskusikan semua persoalan ini.