Universitas Airlangga Official Website

Dampak Mikroplastik Terhadap Lingkungan Pesisir, Biota Laut dan Potensi Risiko Kesehatan

Sampah plastik masih menjadi masalah berat di dunia. Sampah plastik adalah akumulasi bendabenda plastik (misalnya, botol plastik dan banyak lagi) di lingkungan bumi yang berdampak negatif terhadap kehidupan makhluk hidup. Sebagian besar degradasi menghasilkan serat dan mikroplastik berserabut. Mikroplasstik berpotensi menyebabkan gangguan metabolism, neurotoksisitas dan peningkatan risiko kanker pada manusia. Selain itu mikroplastik dapat menimbulakn potensi risiko kesehatn seperti : gangguan kekebalan neurotoksisitas, gangguan reproduksi serta karsinogenik. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, akan dilakukan kajian literatur mengenai dampak mikroplastik terhadap lingkungan pesisir, biota serta potensi risiko kesehatan yang disebabkan oleh paparan mikroplastik.

Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan mengumpulkan dan mengevaluasi penelitian yang terkait dengan fokus tertentu pada suatu topik. Database yang digunakan dalam pencarian artikel ini menggunakan Google Scholar dan ScienceDirect dengan kata kunci “microplastic, plastic waste effect, coastal microplastic, microplastic marine fish, microplastic and health effect”, yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya baik dari tingkat nasional maupun internasional. Artikel yang dapat diunduh full pdf dan sesuai dengan topik yaitu pencemarna mikroplastik di wilayah pesisir dan biota laut hanya 13 artikel.

Dari 13 artikel yang di review ada 6 (46%) artikel yang ditemukan bahwa sediment mengandung mikroplastik, 8 (61,5%) artikel ditemukan bahwa mikroplastik sudah mengkontaminasi ikan laut dan 4 (30,7%) artikel ditemukan bahwa mikroplastik sudah mengontaminasi air laut. Hasil review menunjukkan bahwa bentuk mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah fiber (8 artikel) dengan persentase 61,5% dan fragment (8 artikel) dengan persentase 61,5%, sedangkan sisanya yaitu bentuk film/ lembaran (38,4%) dan bentuk pellet/ bola (46,15%) . Berdasarkan hasil review terhadap 13 artikel, ditemukan bahwa jenis mikroplastik yang paling umum adalah polypropylene, polyethylene, dan polystyrene. Selain ketiga jenis ini, terdapat juga jenis Polyethylene terephthalate, Polyvinyl chloride dan Polycarbonate.

Masyarakat pesisir atau masyarakat yang terbiasa mengonsumsi ikan laut memiliki risiko signifikan terkontaminasi mikroplastik. Paparan mikroplastik pada manusia dapat terjadi melalui inhalasi, konsumsi, dan/atau kontak kulit. Mikroplastik yang mencemari manusia dapat masuk ke organ manusia melalui aliran darah. Mikroplastik dapat menyebabkan masalah toksisitas, baik secara akut maupun kronis jika terpapar secara rutin dan dalam jumlah yang banyak. Nanoplastik dan mikroplastik sangat berisiko toksisitas kronis, seperti toksisitas kardiovaskular, hepatotoksisitas, dan neurotoksisitas, genotoksisitas. Jenis mikoplastik polyethylene terephthalate dilakukan uji dengan menggunakan hewan coba, menunjukkan hasil bahwa mikroplastik dapat menyebabkan penurunan berat badan, kista, obstruksi usus, kerusakan, dan kematian orang sebesar 40%.

Berdasarkan hasil review terhadap 13 artikel, ditemukan bahwa beberapa benda mengandung banyak mikroplastik di wilayah pesisir, seperti sedimen, air laut. Mikroplastik yang mencemari lingkungan seperti air laut dan sedimen dapat berdampak pada kehidupan biota laut sehingga berpotensi mengkontaminasi biota laut. Mikroplastik yang paling dominan ditemukan di perairan laut berupa fiber, fragmen, dan film, namun yang paling sering ditemukan adalah fiber dan fragmen. Jenis senyawa kimia polimer mikroplastik yang terdeteksi dari hasil review terhadap 13 artikel tersebut adalah polypropylene, polyethylene, dan polystyrene.

Mikroplastik yang mengontaminasi biota laut berpotensi membawah masuk mikroplastik kedalam tubuh sehingga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat yang tinggal di pesisir dan masyarakat yang mengonsumsi berbagai jenis ikan laut yang terkontaminasi. Berbagai potensi risiko kesehatan yang dapat timbul dari paparan mikroplastik yaitu gangguan saluran pencernaan, gangguan fungsi hati, gangguan reproduksi, kanker, gangguan fungsi ginjal, gangguan metabolisma dan gangguan dalam berpikir atau mudah lupa. Penelitian klinis yang lebih mendalam untuk mengetahui efek pasti mengenai paparan mikropalstik terhadap manusia perlu dilakukan karena mikroplastik sudah banyak mengontaminasi bahan bahan yang biasa dikonsumsi oleh manusia.

Penulis: R. Azizah

Literature Review: Dampak Mikroplastik Terhadap Lingkungan

Pesisir, Biota Laut dan Potensi Risiko Kesehatan

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/view/54754