UNAIR NEWS – Sabtu (13/4/2024) malam, Iran melakukan serangan langsung terhadap Israel, menembakkan lebih dari 300 rudal dan drone untuk kali pertama. Dalam situasi eskalasi konflik antara kedua negara, banyak yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap perekonomian global, khususnya terhadap perekonomian Indonesia. Mengingat, banyak kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Iran. Seperti pengembangan sektor migas, perundingan Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia-Iran, serta kerjasama lainnya seperti SKB-EP Indonesia-Iran yang ke-11.
Ketidakpastian Geopolitik
Menurut Pakar Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Tika Widiastuti SE MSc, sektor-sektor kunci perekonomian Indonesia, seperti perdagangan internasional, pariwisata, dan investasi asing, dapat terpengaruh secara signifikan. Terutama oleh ketidakpastian geopolitik yang dipicu perang tersebut.
Secara umum, pertumbuhan ekonomi akan terpengaruh oleh situasi itu. Tingginya ketidakpastian geopolitik menyebabkan investor asing menjadi lebih cenderung untuk menarik investasinya dari pasar keuangan satu negara ke negara lainnya.
“Pertumbuhan ekonomi pasti secara umum itu akan berpengaruh ya, diestimasikan turun menjadi 4,6 – 4,8 persen. Karena, ketidakpastian geopolitik pasti investor asing Investasi asing itu akan mudah agile dari satu pasar keuangan satu negara ke pasar keuangan negara lain,” tuturnya.

Prof Tika juga mengatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi dapat diperparah oleh gangguan dalam kerja sama ekonomi dengan Iran yang telah terjadi selama lebih dari 10 tahun. Di samping itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga menjadi faktor yang memperburuk situasi.
Respons Pemerintah
Menurut Prof Tika, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah seperti perlindungan terhadap warga negara Indonesia di luar negeri, deeskalasi konflik, dan peningkatan kemampuan daya beli masyarakat. Diversifikasi pasar ekspor dan evaluasi ulang terhadap kerja sama ekonomi dengan Iran juga menjadi langkah penting dalam menghadapi ketidakpastian itu.
“Kerja sama regional dan pemantauan terus-menerus terhadap perkembangan geopolitik menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional,” tambahnya.
Sementara itu, sektor-sektor ekonomi Indonesia yang lebih kuat atau rentan juga perlu mengambil tindakan dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik itu. Dosen FEB UNAIR itu menyarankan untuk memperkuat ikatan dalam sektor ekonomi, baik melalui kerjasama antar
perusahaan maupun dengan pemerintah, sehingga mereka lebih mampu menanggung tekanan dari luar yang bisa muncul akibat ketidakpastian tersebut.
Penulis: Rosali Elvira Nurdiansyarani
Editor: Feri Fenoria
Baca Juga:
Pakar Ekonomi UNAIR Bagikan Tips Manajemen Finansial bagi Generasi Sandwich
Pelemahan Rupiah: Perang Hamas-Israel sampai Pengumuman Bacapres dan Bacawapres





