Universitas Airlangga Official Website

Dari Konvensional ke Digital: Kelompok BBK 7 UNAIR Mendorong Daya Saing UMKM Desa Gembong

Tim BBK 7 Universitas Airlangga sedang menjelaskan cara pembuatan lokasi usaha lewat Google Maps kepada pelaku usaha di Desa Gembong secara door to door ke rumah warga

UNAIR NEWS – Upaya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menjadi perhatian penting di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat. Menyadari hal tersebut, Kelompok BBK 7 Lamongan melaksanakan program kerja berupa pengembangan digitalisasi UMKM serta sosialisasi strategi berjualan jangka panjang di Desa Gembong, Kecamatan Babat, yang berlangsung pada 9–12 Januari 2026.


Pendekatan Secara Personal


Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan door to door, di mana tim BBK secara langsung mendatangi para pelaku UMKM di lingkungan setempat. Pendekatan personal tersebut dipilih agar komunikasi dapat terjalin secara lebih terbuka, sekaligus memungkinkan pemberian pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pelaku usaha. Selain kunjungan langsung, kegiatan sosialisasi strategi penjualan juga dipusatkan di rumah salah satu pelaku UMKM sebagai ruang diskusi dan bertukar pengalaman bersama.

Selama kegiatan berlangsung, Kelompok BBK 7 Desa Gembong memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam aspek pemasaran dan pengelolaan usaha untuk jangka panjang. Tim BBK 7 mengajarkan cara menggunakan aplikasi Canva untuk membuat poster sebagai alat pemasaran yang lebih kreatif dan inovatif serta turut mendampingi pembuatan lokasi usaha dengan Google Maps agar usaha dapat menjangkau publik secara luas.


Tantangan dan Hambatan


Program ini berjalan dengan cukup lancar, meskipun di lapangan ditemukan beberapa kendala. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya tingkat kepercayaan pelaku UMKM terhadap sistem pembayaran digital. Sebagian besar pelaku usaha di wilayah Desa Gembong Babat masih mengandalkan transaksi tunai karena dinilai lebih aman dan telah menjadi kebiasaan turun-temurun. Menyikapi hal tersebut, tim BBK melakukan pendekatan persuasif tanpa memaksakan perubahan, sembari memberikan edukasi mengenai manfaat dan keamanan sistem pembayaran non-tunai.


Di sisi pemasaran, para pelaku UMKM sebenarnya menunjukkan potensi yang cukupbaik. Namun, keterbatasan ruang promosi menjadi kendala tersendiri. Produk-produk yang dihasilkan belum memiliki wadah khusus untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas, sehingga jumlah pembeli relatif terbatas. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat yang cenderung menginginkan harga murah dengan jumlah banyak, yang kerap menyulitkan pelaku UMKM skala kecil.

Solusi dan Harapan


Kelompok BBK 7 Gembong berinisiatif membentuk forum jual beli khusus lewat aplikasi Whatsapp yang aman dan nyaman bagi pelaku UMKM. Forum ini dirancang sebagai wadah terbuka untuk mempromosikan berbagai produk tanpa rasa canggung, sekaligus mendorong interaksi ekonomi antar warga.


Hingga akhir kegiatan, sebanyak 16 pelaku UMKM telah berhasil didampingi dan difasilitasi melalui program ini. Keberadaan forum jual beli serta pendampingan langsung diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa mengesampingkan nilai dan kebiasaan lokal
masyarakat setempat.


Fayyadh Amrullah selaku penanggung jawab kegiatan ini mengaku bersyukur bisa membuat program yang membantu para pelaku usaha khususnya UMKM di Desa Gembong. “Alhamdulillah kegiatan ini bisa membantu banyak pelaku usaha naik kelas lewat program digitalisasi pemasaran, karena banyak dari mereka yang hidupnya bergantung pada usaha yang sedang dijalani. Kegiatan ini tidak hanya membantu dari sisi pemasaran, tapi juga memberikan pengetahuan yang mendalam terhadap pengelolaan usaha agar berkembang pesat. Saya berharap bisa berdampak bagi pelaku usaha di Desa Gembong agar melek digital dan mereka bisa menyesuaikan usaha dengan perkembangan zaman.” ujarnya.


Melalui program ini, Kelompok BBK 7 Lamongan berharap para pelaku UMKM di Desa Gembong Babat dapat secara bertahap meningkatkan kepercayaan diri, memperluas pasar, serta memiliki strategi usaha yang berkelanjutan di masa mendatang. Program ini sekaligus mendorong Sustainable Development Goals (SDGs) decent work and economic growth serta partnership for the goals.

Penulis: Tim BBK 7 Desa Gembong Babat