UNAIR NEWS – Kegiatan dilakukan Pada hari Selasa, 20 Januari 2026, mahasiswa BBK 7 Kelompok Tegalsari II melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi budidaya maggot kepada kelompok tani dan peternak di Desa Tegalsari Dusun Mojosari/Mojoroto, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta manfaat mengenai pengelolaan sampah limbah organik serta membuka peluang usaha baru melalui budidaya maggot.
Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemaparan manfaat maggot sebagai pakan ternak berprotein tinggi, penjelasan proses pembibitan, pengelolaan media dari limbah organik, hingga teknik panen maggot. Mahasiswa juga menjelaskan potensi nilai ekonomi maggot sebagai pakan alternatif yang murah, mudah dibudidayakan, dan berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa BBK 7 Kelompok Tegalsari II serta para petani dan peternak lokal Desa Tegalsari. Para peserta yakni bapak-bapak petani setempat terlihat antusias mengikuti sosialisasi karena budidaya maggot dinilai dapat membantu menekan biaya pakan ternak sekaligus mengurangi limbah organik rumah tangga dan pertanian.
Kegiatan budidaya maggot ini secara langsung mendukung SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka peluang usaha baru berbasis pengolahan sampah organik, sehingga masyarakat dapat menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan. Selain itu, maggot yang dihasilkan menjadi alternatif pakan ternak yang lebih murah dan ramah lingkungan, membantu peternak menekan biaya produksi. Melalui pengolahan sampah organik menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi, kegiatan ini turut memperkuat ekonomi lokal, menciptakan rantai usaha baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masyarakat.
Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa maggot merupakan sumber daya yang memiliki nilai ekonomis tinggi, tetapi belum banyak dimanfaatkan oleh Masyarakat. “Maggot menjadi salah satu peluang usaha yang sangat potensial, baik sebagai pakan ternak, pengolah sampah, maupun sebagai tambahan penghasilan bagi Masyarakat, selain itu dengan modal yang terjangkau bahkan sangat tergolong ramah dikantong dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ramah lingkungan untuk dilakukanya awal budidaya skala rumahan.” Dengan demikian program kerja ini mendukung SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.”
Penulis: Adinda Nisrina





